ANALISIS PELECEHAN VERBAL PADA PEREMPUAN DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN TIKTOK @KINDERFLIX.IDN
Penulis Faradiazhary, Sahnaz GustiSkripsi
2024
1595/UB/FISIP-KOM/24
Ind
ANALISIS PELECEHAN VERBAL PADA PEREMPUAN DALAM KOLOM KOMENTAR AKUN TIKTOK @KINDERFLIX.IDN
#2013221038Pengarang: Faradiazhary, Sahnaz Gusti
Pembimbing Pertama: Dr. Muhammad Fadeli, S.Sos.M.Si
Pembimbing Kedua: Delmarrich Bilga Ayu Permatasa
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FISIP-KOM
Tahun Terbit: 2024
Bahasa: Ind
Kode: 1595/UB/FISIP-KOM/24
No. Klasifikasi: 302.54 Far a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2024
Status
Tersedia
Kode
1595/UB/FISIP-KOM/24
Deskripsi Fisik
xiv + 90 hal; 21x30 cm
Subyek
MEDIA SOSIAL - PELECEHAN VERBAL
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Perempuan seringkali menjadi sasaran pelecehan verbal yang dilakukan di kehidupan nyata, maupun kehidupan digital. Pelecehan verbal pada perempuan ini berkembang tidak semata-mata pada sosok perempuan tertentu, namun tidak menutup kemungkinan bagi perempuan manapun mendapatkan pelecehan verbal. Seperti halnya yang dirasakan Anisa Rostiana, seorang host konten edukasi balita di TikTok @Kinderflix.idn yang mendapat komentar negatif dengan berbagai macam pelecehan verbal. Prihatinnya, pelecehan verbal tersebut kebanyakan datang dari akun-akun ‘anonim’ yang sengaja dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab di dunia maya untuk berkomentar sesuka hati. Konten edukasi balita yang harusnya menyasar anak-anak dan orang tua dalam misi tumbuh kembang anak itu, menjadi sasaran komentar tidak bertanggung jawab dari beberapa oknum yang menulis komentar negatif terutama untuk Anisa. Pelecehan verbal yang didapatkan Anisa ini dianalisis menggunakan teori Analisis Isi milik Philipp Mayring dengan mengkategorikan komentar menjadi tiga macam. Sehingga dapat membuktikan bahwa terdapat pelecehan verbal pada lima kolom komentar yang ada di akun TikTok @Kinderflix.idn. Pelecehan verbal itu dibagi menjadi tiga macam yaitu, yang pertama tentang Pelecehan Seksual Verbal yang berisi komentar mengarah ke aktifitas seksual sebagai tujuan memenuhi fantasi kaum laki-laki. Kedua, Pelecehan Verbal Eufemisme dengan memanfaatkan kata/kalimat yang sudah diperhalus sehingga memiliki makna ganda atau ambigu. Yang terakhir yaitu Objektifikasi Perempuan yang sangat kental, dengan menjadikan Anisa sebagai objek/barang yang dapat ditonton, diperebutkan, dan diklaim hak milik oleh orang lain.
Catatan
Wisuda 2024