“STRATEGI KAMPANYE K3 NELAYAN OLEH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN JAWA TIMUR DI PANTAI POPOH TULUNGAGUNG”
Penulis DEWANGGA, RADJA KHAISSkripsi
2026
1772/UB/FISIP-Kom/26
Ind
“STRATEGI KAMPANYE K3 NELAYAN OLEH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN JAWA TIMUR DI PANTAI POPOH TULUNGAGUNG”
#2213211018/FISIP-KomPengarang: DEWANGGA, RADJA KHAIS
Pembimbing Pertama: Julyanto Ekantoro, SE.SS.M.Si dan Tira Fitriawardhani, S.Sos.M.S.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: Surabaya: UBHARA FISIP-Kom
Tahun Terbit: 2026
Bahasa: Ind
Kode: 1772/UB/FISIP-Kom/26
No. Klasifikasi: 659.2 Dew s
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2026
Status
Tersedia
Kode
1772/UB/FISIP-Kom/26
Deskripsi Fisik
xiv, 90 hal; 30 cm
Subyek
HUMAS - KAMPANYE
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategi kampanye Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nelayan yang dilakukan oleh Dinas Kelautan 9 dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Timur di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Popoh, Tulungagung. Pemilihan lokasi ini didasari oleh karakteristik geografis Pantai Popoh yang berhadapan langsung dengan gelombang ekstrem Samudra Hindia serta tingginya angka kecelakaan laut di wilayah tersebut, seperti insiden hanyutnya kapal akibat cuaca buruk dan putusnya tali jangkar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif- evaluatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan informan kunci dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur serta para nelayan sebagai subjek utama. Teknik analisis data menggunakan model iteratif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menerapkan strategi kampanye holistik yang menggabungkan pendekatan tatap muka (sosialisasi informal di TPI), pelatihan keterampilan praktis (simulasi Man Overboard dan P3K), serta pemanfaatan media digital (WhatsApp dan TikTok). Selain edukasi, strategi ini diperkuat dengan dukungan fasilitas seperti pembagian Alat Pelindung Diri (APD) berupa life jacket dan sepatu antiselip, serta pengawasan kelaiklautan kapal oleh Syahbandar. Meskipun strategi tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan kognitif nelayan, penelitian ini mengidentifikasi hambatan utama berupa faktor sosiokultural, yaitu sikap abai terhadap keselamatan dan pandangan fatalistik nelayan tradisional. Namun, terdapat pergeseran positif dengan terbentuknya Kelompok Kerja K3 Nelayan sebagai agen perubahan tingkat komunitas yang menjamin keberlanjutan budaya keselamatan secara mandiri. Kata Kunci: Strategi Kampanye, Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nelayan, Pantai Popoh.
Catatan
Wisuda 2026