partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui RDS Desa Bangah
Penulis faradilah ,dinaSkripsi
2026
1731/UB/FISIP-AP/26
Ind
partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui RDS Desa Bangah
#2213111007/FISIP-APPengarang: faradilah ,dina
Pembimbing Pertama: Dr. Fierda Nurany, S.AP., M.KP.,
Pembimbing Kedua: Diana Rahmawati S.AP., M.AP.,
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FISIP-AP
Tahun Terbit: 2026
Bahasa: Ind
Kode: 1731/UB/FISIP-AP/26
No. Klasifikasi: 352 Far ,r
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2026
Status
Tersedia
Kode
1731/UB/FISIP-AP/26
Deskripsi Fisik
xiii, 121 hal;30 cm
Subyek
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PROGAM RUMAH DESA SEHAT DESA BANGAH
Kata Kunci
Anotasi
PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIK, FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK UNIVERSITAS BHAYANGKARA SURABAYA Email : dinafaradilah2303@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui Program Rumah Desa Sehat (RDS) di Desa Bangah, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai bentuk, tingkat, dan dinamika partisipasi masyarakat dalam seluruh tahapan program RDS, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi, sebagaimana dikemukakan dalam kerangka teori partisipasi Cohen dan Uphoff. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pencegahan stunting melalui RDS di Desa Bangah berlangsung secara komprehensif dan berkelanjutan, ditandai dengan keterlibatan aktif warga, kader, tokoh masyarakat, dan perangkat desa dalam musyawarah perencanaan, keikutsertaan dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan, pemanfaatan langsung manfaat program, serta keterlibatan dalam evaluasi program secara partisipatif. Faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat meliputi faktor pendukung berupa kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi anak, dukungan kader kesehatan dan tokoh masyarakat, serta legitimasi program sebagai kebutuhan riil desa, sementara faktor penghambat meliputi keterbatasan akses informasi dan edukasi, kondisi ekonomi keluarga, keterbatasan sumber daya kader, serta harapan masyarakat terhadap pengembangan program RDS. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan stunting melalui Program Rumah Desa Sehat sangat bergantung pada penguatan partisipasi masyarakat yang inklusif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, integrasi data dan program, serta koordinasi lintas sektor yang berkelanjutan, sehingga RDS dapat berfungsi secara optimal sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan percepatan penurunan stunting di tingkat desa. Kata Kunci: Partisipasi masyarakat, pencegahan stunting, Rumah Desa Sehat (RDS)
Catatan
Wisuda 2026