“ANALISIS LEAN PROJECT MANAGEMENT- METODE ROOT CAUSE ANALYSIS PADA PROYEK RENOVASI GEDUNG KANTOR PT. INTERNUSA TERUS JAYA ”
Penulis WIJAYA,MOHAMMAD FEBRITugas Akhir
2026
695/UB/FT-SIPIL/26
INDONESIA
“ANALISIS LEAN PROJECT MANAGEMENT- METODE ROOT CAUSE ANALYSIS PADA PROYEK RENOVASI GEDUNG KANTOR PT. INTERNUSA TERUS JAYA ”
#1814221027/FT-SIPPengarang: WIJAYA,MOHAMMAD FEBRI
Pembimbing Pertama: ANIS SURYANINGRUM, S.T., M.T.
Jenis: Tugas Akhir
Penerbit: UBHARA - FT-SIPIL
Tahun Terbit: 2026
Bahasa: INDONESIA
Kode: 695/UB/FT-SIPIL/26
No. Klasifikasi: 659.2 WIJ,A
Jenis Karya: S1
Jenis
Tugas Akhir
Tahun
2026
Status
Tersedia
Kode
695/UB/FT-SIPIL/26
Deskripsi Fisik
viii,88 hal; 30 cm
Subyek
Waste adalah bentuk pemborosan akibat penggunaan sumber daya proyek dalam jumlah
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Waste adalah bentuk pemborosan akibat penggunaan sumber daya proyek dalam jumlah yang besar lebih dari anggaran produksi sebuah bangunan. Waste dibagi menjadi lima kategori, antara lain pekerjaan perbaikan, waktu tunggu, material, sumber daya manusia, dan pelaksanaan. Lean merupakan suatu upaya untuk meminimalkan pemborosan (waste) dan meningkatkan nilai tambah (value added) produk barang maupun jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari berapa persentase item pekerjaan yang memiliki nilai tambah (value added), persentase item pekerjaan yang tidak memberikan nilai tambah, tetapi item pekerjaannya di perlukan dalam proses produksi (non value added necessary) dan persentase item pekerjaan yang tidak memiliki nilai tambah (non value added) serta mencari berapa persentase permasalahan yang muncul serta dapat menimbulkan waste dengan menggunakan metode RCA-Fishbone mulai dari proses perhitungan kebutuhan material, order material, pendatangan material hingga menjadi produk baru (salah satunya bangunan gedung), guna mengetahui akar permasalahan yang menimbulkan waste.Teridentifikasi persentase aktivitas value added sebesar 46%, non value added sebesar 16%, non value added necessary sebesar 38%, selanjutnya setelah melalui tahapan penelitian dengan membuat jalur visualisasi material menggunakan metode value stream mapping, pengelompokkan aktivitas sesuai klasifikasi yang digolongkan dan penentuan akar permasalahan dengan metode root cause analysis-fishbone diagram teridentifikasi persentase dari 6 faktor akar penyebab terjadinya aktivitas yang tidak memiliki niai tambah (NVA) dari permasalahan yang terjadi pada pekerjaan renovasi gedung kantor PT.Internusa Terus Jaya , faktor manusia 17%, metode kerja 6%, lingkungan 24%, material 24%, desain 12%, dan mesin 17%.
Catatan
Wisuda 2026