Manajemen Krisis Public Relations Es Teh Indonesia dalam Pemulihan Image Negatif Pasca Somasi Konsumen pada Akun Twitter @gandhoyy
Penulis Trihapsari, Cindy MeidinaSkripsi
2023
1565/UB/FISIP-KOM/23
Ind
Manajemen Krisis Public Relations Es Teh Indonesia dalam Pemulihan Image Negatif Pasca Somasi Konsumen pada Akun Twitter @gandhoyy
#1913211020/FISIP-KOMPengarang: Trihapsari, Cindy Meidina
Pembimbing Pertama: Muhammad Fadeli, S.Sos.M.Si.
Pembimbing Kedua: Dr. Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos,M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FISIP-Kom
Tahun Terbit: 2023
Bahasa: Ind
Kode: 1565/UB/FISIP-KOM/23
No. Klasifikasi: 659.2 TRI m
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2023
Status
Tersedia
Kode
1565/UB/FISIP-KOM/23
Deskripsi Fisik
xiii + 97 hal; 30 cm
Subyek
PUBLIC RELATIONS - MANAJEMEN
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen krisis PR Es Teh Indonesia dalam pemulihan image negatif pasca somasi konsumen pada akun twitter @gandhoyy dalam tiga fase yaitu pre-crisis, crisis-response, dan post-crisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek PR Es Teh Indonesia dan akun twitter @gandhoyy. Data diambil dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Kepala Humas PT. Es Teh Indonesia melalui email perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pre-crisis, perwakilan PR dari PT. Es Teh Indonesia melakukan identifikasi masalah dengan membahas cuitan dari akun twitter @gandhoyy bersama pihak terkait. Kemudian ditemukan jalan tengah yaitu pemberian somasi karena pencemaran nama baik. Daripada menempuh jalur hukum, PT. Es Teh Indonesia hanya ingin si pemilik akun bernama Gandhi mengakui kesalahannya karena kritik yang disampaikan bersifat hinaan dan bukan fakta yang sebenarnya. Kemudian, di fase post-crisis PT. Es Teh Indonesia mencabut somasi yang diberikan kepada saudara Gandhi karena yang bersangkutan sudah meminta maaf. Pihak Es Teh Indonesia juga melakukan perbaikan dengan melakukan evaluasi berupa deferensiasi produk yakni dengan menyediakan pilihan tingkat kemanisan atau varian sweetness mulai dari no sugar (0%), slight (30%), half (50%), less (80%), dan normal (100%) agar bisa disesuaikan dengan selera konsumen. Kata kunci: manajemen krisis, public relations, pemulihan image negatif, somasi
Catatan
Wisuda 2023