IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN SEDATI
Penulis ERLISYAFITRI,RIZKY DINDASkripsi
2023
16004/UB/FISIP-AP/23
Ind
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SISTEM ZONASI DALAM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KECAMATAN SEDATI
#1913111002/FISIP-AP/23Pengarang: ERLISYAFITRI,RIZKY DINDA
Pembimbing Pertama: Drs. Heru Iranto, M.Si dan Ismail, S.Sos., M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA; FISIP-AP
Tahun Terbit: 2023
Bahasa: Ind
Kode: 16004/UB/FISIP-AP/23
No. Klasifikasi: 352.63 Erl i
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2023
Status
Tersedia
Kode
16004/UB/FISIP-AP/23
Deskripsi Fisik
xiv + 170 hal; 21x30 cm
Subyek
IMPLEMENTASI - KEBIJAKAN
Kata Kunci
Anotasi
Abstrak Tujuan dari sistem zonasi yang merupakan bagian dari reformasi sekolah antara lain, untuk memastikan bahwa siswa memiliki akses yang sama terhadap layanan pendidikan, mendekatkan lingkungan sekolah dengan keluarga dan menghapuskan diskriminasi dari sekolah, terutama sekolah negeri dan analisis yang digunakan untuk mengevaluasi kontribusi terhadap kebutuhan pengajaran, dan distribusi guru. Pada penelitian ini jenis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, sehingga dalam penelitian ini peneliti menuliskan hasil penelitian dalam bentuk kata-kata yang sesuai dengan sistematika penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Implementasi sistem penerimaan peserta didik baru dengan sistem zonasi sekolah menengah pertama di kecamatan sedati telah terlaksana dengan maksimal sesuai standart dan sasaran yang dituju. Faktor pendukung dalam pelaksanakan sistem zonasi dalam segi lingkungan sosial, dan ekonomi di SMP Negeri 1 Sedati dan SMP Negeri 2 Sedati. Sedangkan faktor penghambat dari segi politik, dan masyarakat. Dampak positif yang dirasakan oleh pihak SMP Negeri 1 Sedati dan SMP Negeri 2 Sedati hampir sama yaitu keberagaman siswa yang diperoleh dan juga terjalinnya hubungan masyarakat yang baik dengan warga sekitar, menurunnya angka kecelakaan bermotor oleh pelajar karena lokasi rumah dan sekolah yang dekat sehingga tidak perlu membawa kendaraan. Dampak negatif yang dirasakan oleh sekolah yaitu perlunya pengkajian ulang dan pemetaan kelas bagi siswa serta adaptasi proses pembelajaran bagi siswa.
Catatan
Wisuda 2023