Penerapan Prinsip Service Excellent Dalam Program Pelatihan Kompetensi Bagi Masyarakat Di Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kota Surabaya
Penulis Bachtiar, Rizky Nur AiniSkripsi
2026
1726/UB/FISIP-AP/26
Ind
Penerapan Prinsip Service Excellent Dalam Program Pelatihan Kompetensi Bagi Masyarakat Di Dinas Perindustrian Dan Tenaga Kerja Kota Surabaya
#82213111006FISIP-APPengarang: Bachtiar, Rizky Nur Aini
Pembimbing Pertama: Dr. Susi Ratnawati S,Sos., M.M.
Pembimbing Kedua: Dra. Tri Prasetijowati, M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FISIP-AP
Tahun Terbit: 2026
Bahasa: Ind
Kode: 1726/UB/FISIP-AP/26
No. Klasifikasi: 352 BAC, C
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2026
Status
Tersedia
Kode
1726/UB/FISIP-AP/26
Deskripsi Fisik
xv, 144 hal;30 cm
Subyek
Penerapan Prinsip Service Excellent dalam Program Pelatihan Kompetensi Bagi Masyarakat di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya
Kata Kunci
Anotasi
Rizky Nur Aini Bachtiar Administrasi Publik, Universitas Bhayangkara Surabaya rizkynurainibachtiar@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini fokus terhadap kualitas pelayanan publik dalam program pelatihan kompetensi oleh Disperinaker Kota Surabaya, sebagai respons terhadap tingginya tingkat pengangguran. Program pelatihan ini merupakan strategi utama untuk menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing. Berfokus pada penerapan prinsip Service Excellent yang dianggap krusial untuk menciptakan layanan publik yang responsif, ramah, dan memadai. Tujuannya adalah meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kompetensi peserta pelatihan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus analisis pada implementasi prinsip Service Excellent (A6): Ability, Attitude, Appearance, Attention, Action, dan Accountability. Penelitian juga mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, serta upaya penanganan kendala. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Service Excellent di Disperinaker berjalan dengan baik, terutama pada aspek Attention (kepedulian pegawai terhadap kebutuhan peserta) dan Action (konsistensi dalam pelaksanaan standar pelayanan). Faktor pendukung utama meliputi infrastruktur yang memadai dan tingginya antusiasme masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan SDM, beban kerja yang tinggi, kendala anggaran, dan belum optimalnya integrasi sistem informasi. Disperinaker telah melakukan beberapa upaya penanganan kendala, yaitu mengoptimalkan kerja sama dengan DUDI untuk menyelaraskan kurikulum dengan SKKNI, serta melaksanakan evaluasi rutin melalui TNA dan IKM untuk perbaikan layanan secara berkelanjutan. Kata Kunci : Rizky Nur Aini Bachtiar Administrasi Publik, Universitas Bhayangkara Surabaya rizkynurainibachtiar@gmail.com ABSTRAK Penelitian ini fokus terhadap kualitas pelayanan publik dalam program pelatihan kompetensi oleh Disperinaker Kota Surabaya, sebagai respons terhadap tingginya tingkat pengangguran. Program pelatihan ini merupakan strategi utama untuk menghasilkan tenaga kerja yang berdaya saing. Berfokus pada penerapan prinsip Service Excellent yang dianggap krusial untuk menciptakan layanan publik yang responsif, ramah, dan memadai. Tujuannya adalah meningkatkan motivasi, partisipasi, dan kompetensi peserta pelatihan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan fokus analisis pada implementasi prinsip Service Excellent (A6): Ability, Attitude, Appearance, Attention, Action, dan Accountability. Penelitian juga mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, serta upaya penanganan kendala. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pihak terkait dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Service Excellent di Disperinaker berjalan dengan baik, terutama pada aspek Attention (kepedulian pegawai terhadap kebutuhan peserta) dan Action (konsistensi dalam pelaksanaan standar pelayanan). Faktor pendukung utama meliputi infrastruktur yang memadai dan tingginya antusiasme masyarakat. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan SDM, beban kerja yang tinggi, kendala anggaran, dan belum optimalnya integrasi sistem informasi. Disperinaker telah melakukan beberapa upaya penanganan kendala, yaitu mengoptimalkan kerja sama dengan DUDI untuk menyelaraskan kurikulum dengan SKKNI, serta melaksanakan evaluasi rutin melalui TNA dan IKM untuk perbaikan layanan secara berkelanjutan. Kata Kunci : Excellent, Kompetensi, Pelatihan, Pelayanan
Catatan
Wisuda 2026