KEBIJAKAN PEMBINAAN NARAPIDANA RESIDIVIS DITENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI LAPAS KELAS I SURABAYA DI KOTA SIDOARJO)
Penulis KRISNA SYAM RAMADHANSkripsi
2023
5092/UB/FH/23
Ind
KEBIJAKAN PEMBINAAN NARAPIDANA RESIDIVIS DITENGAH PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS DI LAPAS KELAS I SURABAYA DI KOTA SIDOARJO)
#1911111123/FH/23Pengarang: KRISNA SYAM RAMADHAN
Pembimbing Pertama: Dr. A. Djoko Sumaryanto, S.H., M.H.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA ; FH-Ilmu Hukum
Tahun Terbit: 2023
Bahasa: Ind
Kode: 5092/UB/FH/23
No. Klasifikasi: 345.077 KRI k
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2023
Status
Tersedia
Kode
5092/UB/FH/23
Deskripsi Fisik
xi, 58 hal; 30 cm
Subyek
PEMBINAAN NARAPIDANA
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Kebijakan pembinaan narapidana residivis ditengah pandemi COVID-19 menjadi perhatian utama dalam menjaga keamanan dan kesehatan narapidana serta mencegah penyebaran virus di dalam fasilitas pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendekatan kebijakan yang dilakukan dalam pembinaan narapidana residivis selama masa pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan informasi dari sumber-sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menghadapi pandemi COVID-19, pemerintah dan lembaga pemasyarakatan mengadopsi berbagai kebijakan dan tindakan untuk melindungi narapidana dan staf dari risiko penularan virus. Beberapa pendekatan kebijakan yang dilakukan seperti Penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti penggunaan masker, jaga jarak, dan pemeriksaan suhu secara rutin, Pembatasan kunjungan dari luar untuk mengurangi risiko penularan, Pelaksanaan tes COVID-19 secara berkala untuk mendeteksi kasus positif sejak dini,Penyediaan fasilitas isolasi dan perawatan medis yang memadai bagi narapidana yang terinfeksi. Selain itu, pembinaan narapidana residivis juga diarahkan pada pemberian pendidikan dan keterampilan yang dapat membantu mereka reintegrasi ke dalam masyarakat setelah masa tahanan. Upaya rehabilitasi dan relokasi narapidana ke rumah tahanan terbuka atau program asimilasi di tengah pandemi juga menjadi bagian dari kebijakan pembinaan. Meskipun kebijakan ini memiliki dampak positif dalam meminimalkan risiko penyebaran COVID-19 di dalam lembaga pemasyarakatan, tantangan yang dihadapi masih ada, seperti kapasitas yang terbatas dan kesulitan dalam menjaga kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan pembinaan narapidana residivis ditengah pandemi COVID-19 membutuhkan pendekatan yang melibatkan koordinasi antara berbagai instansi terkait, perlunya pendidikan dan pelayanan kesehatan yang memadai, serta dukungan dan pemahaman dari masyarakat untuk memastikan keberhasilan rehabilitasi dan reintegrasi narapidana ke dalam masyarakat dengan aman dan sukses. Kata kunci : Pembinaan, Residivis, covid -19
Catatan
Wisuda 2023