Pengembangan Kampung Binaan Warna-Warni Tambak Sarioso di Kota Surabaya
Penulis Seftabiya, Resa IfanSkripsi
2025
1718/UB/FISIP-AP/25
Ind
Pengembangan Kampung Binaan Warna-Warni Tambak Sarioso di Kota Surabaya
#1813121012/FISIP-APPengarang: Seftabiya, Resa Ifan
Pembimbing Pertama: Dra. Tri Prasetijowati, M.Si.
Pembimbing Kedua: Bagus Ananda Kurnia, S.AP.M.AP
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FISIP-AP
Tahun Terbit: 2025
Bahasa: Ind
Kode: 1718/UB/FISIP-AP/25
No. Klasifikasi: 658 409 SEP P
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2025
Status
Tersedia
Kode
1718/UB/FISIP-AP/25
Deskripsi Fisik
xv, 92 hal; 21x30 cm
Subyek
PENGEMBANGAN KARIR - SDM
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Upaya pengembangan Kampung Binaan Warna-Warni Tambak Sarioso dilakukan dengan melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat dalam merancang arah pembangunan kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengembangan dari Kampung Binaan Warna-Warni Tambak Sarioso dan menganalisa keberlanjutan pembangunan terhadap kampung tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil analisis di dapat bahwa Kampung Binaan Warna-Warni Tambak Sarioso merupakan contoh nyata transformasi kawasan permukiman menjadi destinasi wisata berbasis komunitas yang memiliki nilai estetika, sosial, dan ekonomi. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) oleh PT Pelindo III, kampung ini berhasil mengubah citra lingkungan dari yang sebelumnya kurang tertata menjadi ruang publik yang menarik, bersih, dan produktif. Keberadaan mural, rumah berwarna-warni, serta fasilitas pendukung seperti gazebo dan warung menjadi daya tarik visual sekaligus meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung. Selain itu, peningkatan kesadaran lingkungan, penguatan ikatan sosial melalui berbagai komunitas lokal, serta bertumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat menunjukkan keberhasilan pendekatan partisipatif dalam pengembangan kawasan. Keterbatasan dalam penelitian ini antara lain ketergantungan pada dukungan eksternal, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan dan pemasaran. Dengan demikian, diperlukan strategi lanjutan untuk memperkuat kemandirian warga, meningkatkan kualitas infrastruktur, serta memastikan keberlanjutan estetika dan sosial dari program yang telah berjalan. Kata Kunci: Estetika, Infrastruktur, Pengembangan, Transformasi
Catatan
Wisuda 2025