PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG ASRAMA BLK TEMANGGUNG DENGAN METODE STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) SESUAI SNI BETON 2847-2019 DAN SNI GEMPA 1726 - 2019
Penulis OKTAVIANSYAH, RANGGASkripsi
2025
681/UB/FT-SIP/25
Ind
PERENCANAAN ULANG STRUKTUR GEDUNG ASRAMA BLK TEMANGGUNG DENGAN METODE STRUKTUR RANGKA PEMIKUL MOMEN KHUSUS (SRPMK) SESUAI SNI BETON 2847-2019 DAN SNI GEMPA 1726 - 2019
#1714211014/FT-SIPPengarang: OKTAVIANSYAH, RANGGA
Pembimbing Pertama: Dr.Moh. Ghozi, S.T., M.T
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FT-Sipil
Tahun Terbit: 2025
Bahasa: Ind
Kode: 681/UB/FT-SIP/25
No. Klasifikasi: 711.7 OKT P
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2025
Status
Tersedia
Kode
681/UB/FT-SIP/25
Deskripsi Fisik
xvi, 194 hal; 21x30 cm
Subyek
BETON BERTULANG
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Perencanaan gedung ini menggunakan struktur beton bertulang yang berjumlah 6 lantai dengan atap yang menggunakan pelat beton. Gedung ini akan difungsikan sebagai tempat tinggal bagi para siswa. Berdasarkan hasil uji Standard Penetration Test (SPT), didapatkan bahwa gedung ini dibangun diatas tanah dengan kondisi tanah Sedang (kelas situs SD). Fungsi bangunan termasuk dalam fasilitas apartemen/rumah susun/tempat tinggal sehingga termasuk kategori resiko II, Maka direncanakan menggunakan metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) mengacu pada SNI 2847:2019, Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung. Berdasarkan SNI 1727-2020, Beban Minimum Untuk Perancangan Bangunan Gedung dan Struktur Lain. maka beban yang akan ditinjau pada gedung ini adalah beban mati, beban hidup, dana beban gempa. Beban mati dan beban hidup Untuk beban gempa dihitung menggunakan analisa respons spectrum sesuai SNI 1726-2019, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung dan Non Gedung. Hasil dari perhitungan ini adalah mendapatkan dimensi dan penulangan struktur sekunder yang terdiri dari pelat, balok anak, tangga dan bordes. Struktur primer berupa balok induk dan kolom, Struktur bawah berupa pondasi, pile cap, dan sloof. Berdasarkan hasil pembahsan didapatkan dimensi struktur sekunder adalah tebal pelat lantai 15cm dan pelat atap 12cm dan balok anak 20/35cm. Dimensi struktur primer didapatkan dimensi balok induk (30/45, 25/40, 25/350cm), dan kolom berdimensi 50/50cm. Pada perhitungan pondasi digunakan tiang pancang berdimensi 40cm, dimensi pile cap1 (220x220x80cm), dengan kedalaman rencana 19m dan jumlah tiang pancang 4buah. Dimensi pile cap2 (360x220x80cm), dengan kedalaman rencana 25m dan jumlah tiang pancang 6 buah. Diaplikasikan menjadi gambar Teknik struktur 2D. Kata kunci : Beton bertulang, Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), SNI 2847:2019, SNI 1726-2019.
Catatan
WISuda 2025