MAKNA PEMAHAMAN KONSEP INCOME BERDASARKAN PERSPEKTIF PEDAGANG KAKI LIMA
Penulis Nuryanto, Alifah TarymahirahSkripsi
2022
3621/UB/FEB-AK/22
Ind
MAKNA PEMAHAMAN KONSEP INCOME BERDASARKAN PERSPEKTIF PEDAGANG KAKI LIMA
#1712311089Pengarang: Nuryanto, Alifah Tarymahirah
Pembimbing Pertama: Arief Rahman, SE., M.Si.
Pembimbing Kedua: Syafi’i, SE., M.Ak.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FEB-Akuntansi
Tahun Terbit: 2022
Bahasa: Ind
Kode: 3621/UB/FEB-AK/22
No. Klasifikasi: 332.7 Nur m
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2022
Status
Tersedia
Kode
3621/UB/FEB-AK/22
Deskripsi Fisik
xvi + 107 hal; 21x30 cm
Subyek
USAHA MIKRO KECIL MENENGAH ( UMKM ) - PEDAGANG KAKI LIMA
Kata Kunci
Anotasi
MAKNA PEMAHAMAN KONSEP INCOME BERDASARKAN PERSPEKTIF PEDAGANG KAKI LIMA Oleh: Alifah Tarymahirah Nuryanto ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna laba dari sudut pandang pedagang kaki lima di sekitaran SMPN 1 Sukodono, Sidoarjo. Di era saat ini lapangan pekerjaan dengan sektor formal yang tersedia mensyaratkan kemampuan dan latar belakang yang bersifat formal. Sebagian besar pendatang baru yang tiba di kota-kota besar tidak membekali dirinya dengan pendidikan atau keahlian yang dapat diterima pada sektor formal. Karena hal tersebut sebagian besar dari pendatang baru memilih untuk mencukupi kehidupannya sebagai Pedagang Kaki Lima atau yang disebut dengan PKL. Sayangnya sebagian dari PKL tidak membekali dirinya dengan pengetahuan secara konvensional, maka peneliti ingin meniliti bagaimana prespektif pedagang kaki lima dalam memaknai laba yang di terima sehari-hari. Dalam menjawab permasalahan yang tengah dihadapi pada sebagian masyarakat dan terutama pada PKL. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan hermeneutika inetnsionalisme yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Pedagang Kaki Lima serta memhami secara langsung bagaimana para Pedagang Kaki Lima memaknai Laba. Hasil dari penelitian ini penafsiran keuntungan menurut hermeneutika intensionalisme adalah pedagang kaki lima memaknai keuntungan menjadi tiga, yaitu yang pertama adalah laba dimaknai sebagai sarana pembayaran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Yang kedua adalah laba dimaknai sebagai rasa syukur kepada Allah SWT. Dan yang ketiga adalah laba dimaknai sebagai keikhlasan dengan beribadah kepada Allah SWT. Kata Kunci: Pedagang Kaki Lima, Memaknai keutungan, Hermeneutika Intensionalisme
Catatan
Wisuda 2022