OPTIMASI PENJADWALAN ULANG PEMBANGUNAN TAHAP III GEDUNG PENDIDIKAN JURUSAN GIZI POLTEKES SURABAYA MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
Penulis ROIS, AHMADTA
2022
605/UB/FT-Sip/22
Ind
OPTIMASI PENJADWALAN ULANG PEMBANGUNAN TAHAP III GEDUNG PENDIDIKAN JURUSAN GIZI POLTEKES SURABAYA MENGGUNAKAN METODE CPM (CRITICAL PATH METHOD)
#1514221016Pengarang: ROIS, AHMAD
Pembimbing Pertama: Ir. Achmad Yulianto, M.T
Jenis: TA
Penerbit: UBHARA : FT- Sipil
Tahun Terbit: 2022
Bahasa: Ind
Kode: 605/UB/FT-Sip/22
No. Klasifikasi: 691.3 Roi o
Jenis Karya: S1
Jenis
TA
Tahun
2022
Status
Tersedia
Kode
605/UB/FT-Sip/22
Deskripsi Fisik
xiii, 156 hal; 30
Subyek
PEMBANGUNAN PROYEK - METODE CPM
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Pada proyek Pembangunan Tahap III Gedung Pendidikan Jurusan Gizi di Poltekes Surabaya yang berdurasi 168 hari. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Permata Anugerah Yalapersada yang beralamatkan di Jl. Dukuh Menanggal Selatan 149, Surabaya. CPM dikenal adanya jalur kritis, yaitu jalur yang memiliki rangkaian kegiatan dengan total jumlah waktu terpanjang atau kurun waktu terlama dan menunjukkan kurun waktu penyelesaian proyek tercepat. Maka dari itu kami melakukan perhitungan durasi optimal, waktu minimal, dan biaya minimal. Metode CPM adalah sebuah rekomendasi dalam metode yang ada, karena terdapat perhitungan waktu paling awal proyek dimulai dan waktu paling akhir. Proyek dimulai serta waktu paling awal selesai dan waktu paling akhir selesai sehingga dapat diketahui jalur kritis. Maka dari itu saya lakukan crashing sampe menemukan durasi optimal, waktu minimal dan biaya minimal. Dari data proyek, penulis melakukan percobaan sebanyak 39 proses looping, lintasan kritis yang di dapat dari jaringan kerja sehingga ditemukannya lintasan kritis. Beberapa kegiatan yang kritis yang gagal dipercepat, dan ada beberapa kegiatan yang dapat dipercepat, kegiatan yang dapat dipercepat yakni Pek. Persiapan Parkir, Pek. Tanah Lt1, Pek. Pondasi Lt1, Pek. Baja Lt1, Pek. Baja Lt2 dan Pek. Pondasi Lt1 setelah dipercepat maka didapatkan durasi dan biaya yang optimal. Dalam proses percepatan menggunakan metode CPM ini penulis harus memilih kegiatan kristis yang dapat dilakukan percepatan. Tidak semua kegiatan kritis dapat dilaksanakan percepatan dikarenakan beberapa faktor dan alasan tertentu. Dalam Tugas Akhir ini penulis melakukan sebanyak 39 kali percobaan percepatan untuk mendapatkan durasi dan biaya yang paling optimal . Berdasarkan analisa yang sudah dilakukan, durasi pekerjaan secara normal adalah 168 hari kerja serta memiliki 33 unit pekerjaan kritis dari 98 item pekerjaan. Dari 33 unit pekerjaan tersebut, hanya 6 unit pekerjaan yang dilakukan percepatan (crashing) agar tidak menciptakan lintasan kritis yang baru. Setelah dilakukan percepatan terjadi penurunan durasi pekerjaan menjadi 165 hari kerja dengan selisih penurunan durasi sebesar 3 hari. Total biaya awal dengan durasi normal adalah Rp. 12.668.553.872,- sedangkan apabila proyek dilakukan percepatan, biaya proyek menjadi Rp. 12.650.319.354,68. Efisiensi biaya setelah dilakukan percepatan (crashing) adalah dengan selisih biaya sebesar Rp. 18.234.517,- (0,18%) yang akan menjadi bagian keuntungan pihak kontraktor.
Catatan
Wisuda 2022