PENGARUH ABU BATU SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON 35 MPA MENURUT SNI 7656-2012
Penulis RANGGA, S ARFANDISkripsi
2021
559/UB/FT-SIP/21
Ind
PENGARUH ABU BATU SEBAGAI CAMPURAN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON 35 MPA MENURUT SNI 7656-2012
#161421009Pengarang: RANGGA, S ARFANDI
Pembimbing Pertama: Dr. Mohammad Ghozi, S.T., M.T.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FT - Teknik Sipil
Tahun Terbit: 2021
Bahasa: Ind
Kode: 559/UB/FT-SIP/21
No. Klasifikasi: 711.7 Ran p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2021
Status
Tersedia
Kode
559/UB/FT-SIP/21
Deskripsi Fisik
xviii, 54 hal; 30 cm
Subyek
PERENCANAAN BANGUNAN - BETON 35 MPA
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Saat ini abu batu merupakan bahan yang dihasilkan dari gerusan pemecahan batu yang jumlahnya tidak sedikit sehingga menjadi bahan limbah yang harus dimanfaatkan. Beberapa penelitian sebelumnya telah menggunakan abu batu sebagai campuran untuk pembuatan beton. Didalam penelitian Widodo. S., Dkk (2003), memanfaatkan limbah abu batu sebagai bahan pengisi dalam produksi Self-Compacting Concrete dengan presentase abu yang digunakan yaitu 0%, 12,5%, 25%, 37,5% dari berat semen dengan metode penambahan dan metode subtitusi. Penelitian ini pada penambahan abu batu dengan takaran 25% berat semen dengan metode penambahan didapatkan hasil penggunaan abu batu sebagai bahan pengisi dalam produksi SCC dapat meningkatkan kuat tekan beton sebesar 3,5% yaitu fc 51,269 Mpa dan kuat tekan tanpa penambahan abu batu adalah fc 49,542 Mpa. Pada penelitian Kurniawan. D. (2014), meneliti pengaruh penggunaan abu batu sebagai penganti pasir untuk pembuatan beton, presentase abu dan pasir yang digunakan yaitu 0% dan 100%, 20% dan 80%,40% dan 60%, 60% dan 40%, 80% dan 20%, 100% dan 0%. Dari hasil uji kuat tekan beton didapatkan kesimpulan penambahan abu batu lebih dari 20% tidak mencapai kuat tekan beton yang disyaratkan yaitu fc 20 Mpa sedangkan kuat tekan yang dicapai adalah fc 19,44 Mpa. Penelitian ini difokuskan penggunaan abu batu sebagai bahan pengisi yang diberikan dengan takaran 0%, 20%, 25%, dan 30% dihitung berdasarkan berat semen yang dibutuhkan dengan metode penambahan. Material abu batu yang di gunakan berasal dari hasil uji abrasi di laboratorium teknik sipil Universitas Bhayangkara Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar penggunaan abu batu yang optimal sehingga dapat digunakan untuk mengatasi masalah pencemaran dan meningkatkan kuat tekan beton. Desain komposisi beton yang digunakan mengacu pada SNI 7656-2012. Penilitian ini menggunakan benda uji silinder berukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan jumlah sebanyak 20 benda uji, masing – masing presentase sebanyak 5 benda uji dan pengujian dilakukan pada beton umur 28 hari. Didapatkan hasil kuat tekan rata-rata optimum dicapai terdapat pada campuran beton dengan penambahan abu batu 25% yaitu sebesar 37,56 Mpa dapat meningkatkan kuat tekan sebesar 0,03%, sedangkan pada variasi campuran abu batu yang lain dapat menurunkan kuat tekan beton.