OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN UKM CENTER KAMPUS KETINTANG UNESA MENGGUNAKAN METODE PDM
Penulis ARSON, THOMAS KURINOTA
2021
555/UB/FT-Sip/21
Ind
OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN UKM CENTER KAMPUS KETINTANG UNESA MENGGUNAKAN METODE PDM
#1514211041Pengarang: ARSON, THOMAS KURINO
Pembimbing Pertama: Anis Suryaningsum, ST.MT
Jenis: TA
Penerbit: Surabaya: UBHARA, FT- Sipil
Tahun Terbit: 2021
Bahasa: Ind
Kode: 555/UB/FT-Sip/21
No. Klasifikasi: 691.3 Ars o
Jenis Karya: S1
Jenis
TA
Tahun
2021
Status
Tersedia
Kode
555/UB/FT-Sip/21
Deskripsi Fisik
xiii + 50 hal; 30 cm
Subyek
BANGUNAN GEDUNG - METODE PDM
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Dalam suatu proyek konstruksi waktu merupakan hal yang penting dan merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan suatu proyek konstruksi, disamping anggaran dan mutu.. Penentuan durasi optimal pada Proyek Pembangunan UKM Center Kampus Ketintang UNESA untuk mengetahui durasi penyelesaian proyek paling optimal dengan biaya proyek yang paling minimal. Gedung yang dibangun di Jl.Ketintang, Ketintang, Kec. Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur memiliki 4 lantai. Metode yang digunakan dalam analisa penentuan durasi optimal Proyek Pembangunan UKM Center Kampus Ketintang UNESA yaitu menggunakan metode PDM. Metode PDM adalah cara perencanaan dengan jaringan-jaringan kerja pekerjaan yang dihubungkan dengan pertimbangan pada aktivitas pekerjaan. Analisa ini diawali dengan mengelola data proyek yang berhubungan dengan durasi kegiatan dan biaya proyek kemudian dibuat jadwal pada kegiatan-kegiatan yang ada pada proyek menggunakan metode PDM dengan program Microsoft Project. Dari data yang didapat setelah dilakukan analisis, Durasi Optimal Proyek pembangunan UKM Center Kampus Ketintang UNESA adalah 110 hari kerja yang semula 112 hari kerja (lebih cepat 1,7%). Biaya langsung proyek mengalami kenaikan yang semulanya Rp. 8.217.597.692,00 menjadi Rp 8. 250.240. 773, 00 (naiknya 0,39%). Biaya tidak langsung mengalami penurunan yang semulanya Rp.633.005.983,00 menjadi Rp. 604.746.787,00 (turunnya 4,46%). Sehingga biaya total proyek yang semulanya Rp 9.733.983.000,00 menjadi Rp 8.849.688.383,00 dari proyek normal (turunnya 9,08%).