TA

KRITERIA PENENTU PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR TOWER BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) DI KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITYC HIERARCHY PROCESS (AHP)

Penulis SAPUTRO, ANGGA DWI
Jenis

TA

Tahun

2021

Kode

569/UB/FT-Sip/21

Bahasa

Ind

TA Tersedia
Unduh Laporan

KRITERIA PENENTU PEMBANGUNAN INSFRASTRUKTUR TOWER BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) DI KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITYC HIERARCHY PROCESS (AHP)

#1714221015

Pengarang: SAPUTRO, ANGGA DWI

Pembimbing Pertama: Anis Suryaningrum,ST.MT

Jenis: TA

Penerbit: UBHARA - FT Sipil

Tahun Terbit: 2021

Bahasa: Ind

Kode: 569/UB/FT-Sip/21

No. Klasifikasi: 690.1 Sap p

Jenis Karya: S1


Jenis

TA

Tahun

2021

Status

Tersedia

Kode

569/UB/FT-Sip/21

Deskripsi Fisik

xiv + 81 hal; 30 cm

Subyek

PEMBANGUNAN TOWER - METODE ANALITYC HIERARCHY PROCESS

Kata Kunci

infrastruktur telekomunikasi kriteria tower BTS penentu tower pondasi

Anotasi

ABSTRAK Infrastruktur telekomunikasi memiliki peran penting terhadap perkembangan ekonomi nasional dimana menurut data Dirjen Pos dan Telekomunikasi, terdapat pertumbuhan pengguna seluler rata-rata 62,41% pertahun selama periode 2010-2018. Sehingga dilakukan upaya untuk meningkatan layanan telekomunikasi. Menara telekomunikasi di Kabupaten Sampang memiliki masalah karena sebagian keberadaan menara tersebut mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya, lokasi yang melanggar aturan dan tower BTS yang tidak memiliki ijin. Perspektif pemilihan lokasi dari pemerintah dan operator memiliki perbedaan, sedangkan infrastruktur tersebut harus berada di lokasi yang strategis untuk mendapatkan hasil yang optimal. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian untuk merumuskan kriteria lokasi menurut responden di Kabupaten Sampang. Tower BTS (Base Transceiver Station) adalah tower yang berfungsi sebagai sarana komunikasi dan informatika yang menjembatani perangkat komunikasi pengguna dengan jaringan menuju jaringan lain. Terdapat tiga jenis tower BTS berdasarkan struktur bangunannya yaitu tower mandiri (self supporting tower), tower teregang (guyed tower), dan tower satu kaki (monopole dan pole). Metode yang digunakan yakni analisis Delphi untuk menentukan faktor penentu lokasi. Analisis Delphi digunakan untuk mengantisipasi adanya faktor tambahan menurut responden dalam proses wawancara. Kemudian setelah faktor ditemukan, dilakukan pembobotan terhadap faktor dengan metode Analityc Hierarchy Process (AHP). Setelah ditemukan bobot kriteria penentu lokasi, dilakukan pemilihan jenis pondasi yang kuat dan aman terhadap faktor guling dan geser di Kabupaten Sampang. Dari hasil penelitian ini didapatkan tiga kriteria utama dengan bobot tertinggi yang mempengaruhi penentuan pembangunan tower BTS yaitu proses perizinan dengan (0,107), jarak terhadap konsumen (0,105) serta luas jangkauan pelayanan (0,090). Pondasi yang bisa digunakan dalam pembangunan BTS di kabupaten sampang yaitu pondasi dangkal (rakit) dan pondasi dalam (tiang pancang) karena keduanya memiliki faktor yang aman terhadap gaya guling dan geser.

Di-entri: 21 September 2022 04:54