PERAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN TERHADAP PELAKSAMAAN PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA (STUDI KASUS DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN WANITA KELAS II A KABUPATEN MALANG)
Penulis OKTIANA, LIASkripsi
2021
1385/UB/FISIP-AP/21
Ind
PERAN LEMBAGA PERMASYARAKATAN TERHADAP PELAKSAMAAN PEMBINAAN NARAPIDANA WANITA (STUDI KASUS DI LEMBAGA PERMASYARAKATAN WANITA KELAS II A KABUPATEN MALANG)
#1713121029Pengarang: OKTIANA, LIA
Pembimbing Pertama: Dra. Tri Prasetyowati, M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA; FISIP- AP
Tahun Terbit: 2021
Bahasa: Ind
Kode: 1385/UB/FISIP-AP/21
No. Klasifikasi: 384.54 Okt p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2021
Status
Tersedia
Kode
1385/UB/FISIP-AP/21
Deskripsi Fisik
xii + 106 hal; 21 x 30 cm
Subyek
LEMBAGA PEMASYARAKAT - PEMBINAAN NARAPIDANA
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Peran Lembaga Permasyarakatan Terhadap Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Wanita (Studi Kasus di lembaga Permasyarakatan Wanita Kelas II A Kabupaten Malang). Skripsi di bimbing oleh Ibu Dra. Tri Prasetjowati,M.Si sebagai pebimbing pertama dan Bapak Ismail, S.Sos.,M.Si sebagai pebimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk menegetahui pelaksanaan pembinaan terhadap narapidana wanita di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kabupaten Malang, jenis penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif. Sumber data yang di dapatkan menggunakan data premier yaitu narapida wanita sebanyak 5 orang, kepala lapas dan 2 orang petugas lapas, sedangkan data skunder yaitu di peroleh dari studi kasus berkas perkara dari setiap narapidana wanita di Lembaga Permasyarakatan Kelas II A Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunkan adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan menganalisa hasil dari yang telah didapatkan. Hasil ada penelitian ini untuk mengembalikan narapidana wanita agar dapat kembali di lingkungan masyarakat. Lembaga Permasyarakatan Wanita Kelas II A Kabupaten Malang memberikan pembinaan kemandirian dan kepribadian terdap para narapida wanita, dengan tujuan agar dapat membekali narapidana wanita agar memiliki skil ketrampilan untuk digunakan mencari pekerjaan yang layak setelah keluar dari lapas dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum Negara Indonesia.