JURNALISME ADVOKASI DALAM VIDEO 62 MENIT OPERASI PEMBAKARAN HALTE SARINAH DI IG TV MATA NAJWA
Penulis SETIAWAN, MOHAMMAD SYAHRULSkripsi
2021
1347/UB/FISIP-Kom/20
Ind
JURNALISME ADVOKASI DALAM VIDEO 62 MENIT OPERASI PEMBAKARAN HALTE SARINAH DI IG TV MATA NAJWA
#*1713211109Pengarang: SETIAWAN, MOHAMMAD SYAHRUL
Pembimbing Pertama: Julyanto Ekantoro, SE.SS.M.Si
Pembimbing Kedua: Dr. Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos.M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP- Kom
Tahun Terbit: 2021
Bahasa: Ind
Kode: 1347/UB/FISIP-Kom/20
No. Klasifikasi: 302.23 Set j
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2021
Status
Tersedia
Kode
1347/UB/FISIP-Kom/20
Deskripsi Fisik
xvi + 69 hal; 21 x 30 cm
Subyek
JURNALISTIK
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Pada umumnya kita mengetahui bahwa dalam dunia jurnalis ada banyak varian kerja jurnalistik yang bekerja di luar arus utama kerja dalam hal melaporkan berita antara lain dalam bentuk liputan investigasi. Investigasi adalah sebuah penelusuran panjang dan mendalam terhadap sebuah kasus yang di anggap memiliki kejanggalan. Yang bertujuan untuk mengungkap kesaksian dan bukti secara fisik dari suatu persoalan yang kontroversial. 62 menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah merupakan liputan investigasi yang merekam sisi aksi para demonstran dan mengungkap kebenaran atas siapa pelaku yang melakukan pembakaran halte sarinah saat demo penolakan RUU Cipta Kerja pada 8 Oktober 2020. Ketika sebagian besar media hanya menduga bila aksi pembakaran tersebut di lakukan oleh para demonstran sebagai kekesalan atas adanya RUU Cipta Kerja, Liputan ini justru menyajikan dan mengungkap fakta yang luput dari pemberitaan media massa. Hadirnya jurnalisme advokasi, membuat penulis tertarik untuk melihat sejauh mana penerapan jurnalisme advokasi dalam liputan investigasi 62 menit operasi pembakaran halte sarinah melalui postingan di IG TV Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan untuk analisis menggunakan enam unsur jurnalisme advokasi menurut Eni Setiati yaitu unsur pertama adalah Titik berat berita, kedua adalah Isu yang di angkat, ketiga adalah Narasumber utama, keempat adalah Prioritas kerja, kelima adalah Asas legalitas, terakhir unsur keenam adalah Harapan pasca pemuatan berita.