ANALISIS FRAMING KOMPAS.COM DAN KUMPARAN.COM DALAM ISU KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT TENTANG SEKOLAH TATAP MUKA PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERIODE NOVEMBER 2020
Penulis MARUROH, HIDAYATULSkripsi
2021
1272/UB/FISIP-KOM/21
Ind
ANALISIS FRAMING KOMPAS.COM DAN KUMPARAN.COM DALAM ISU KEBIJAKAN PEMERINTAH PUSAT TENTANG SEKOLAH TATAP MUKA PADA MASA PANDEMI COVID-19 PERIODE NOVEMBER 2020
#1713221004Pengarang: MARUROH, HIDAYATUL
Pembimbing Pertama: Dr. Fitria Widiyani Roosinda, S.Sos
Pembimbing Kedua: JulyantoEkantoro, SE.SS.M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP Kom
Tahun Terbit: 2021
Bahasa: Ind
Kode: 1272/UB/FISIP-KOM/21
No. Klasifikasi: 070.43 Mas a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2021
Status
Tersedia
Kode
1272/UB/FISIP-KOM/21
Deskripsi Fisik
iii + 90 hal; 30 cm
Subyek
ANALISIS FRAMING - PEMBERITAAN
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Pada semester genap tahun ajaran 2020/2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa sekolah boleh melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan memenuhi syarat tertentu. Penelitian ini berjudul “Analisis Framing Kompas.com dan Kumparan.com Dalam Isu Kebijakan Pemerintah Tentang Sekolah Tatap Muka Di Masa Pandemi Covid-19 Periode November 2020. Rumusan masalah pada pemberitaan ini adalah bagaimanakah pembingkaian berita Isu Kebijakan Pemerintah Tentang Sekolah Tatap Muka Di Masa Pandemi Covid-19 Periode Desember 2020 pada Kompas.com dan Kumparan.com berdasarkan analisis framing Robert N. Entman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana framing pemberitaan dalam Isu Kebijakan Pemerintah Tentang Sekolah Tatap Muka Di Masa Pandemi Covid-19 Periode November 2020 pada Kompas.com dan Kumparan.com. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman yang menganalisis menggunakan empat struktur yang terdiri dari Bagaimana Define problems (Pendefinisian masalah), Bagaimana Diagnose causes (memperkirakan masalah atau sumber masalah), Bagaimana Make moral judgement (Membuat keputusan moral), Bagaimana Treatment recommendation (Menekankan penyelesaian). Dalam empat perangkat tersebut dilakukan untuk menganalisa bagaimana kedua media tersebut membingkai sebuah isu terkait Kebijakan Pemerintah Pusat Masuk Sekolah Secara Tatap Muka Pada Masa pandemi Covid-19 dalam bingkai pemberitaan tersebut apakah ada keberpihakan media diantara kedua media tersebut. Dan hasil dari pembingkaian berita tersebut dapat disimpulkan bahwa Kompas.com cenderung membingkai permasalahan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Nadiem Makarim bersama 4 Menterinya sedangkan Kumparan.com lebih memfokuskan pada mekanisme syarat tertentu yang wajib dilakukan pada satuan pendidikan dan bingkai Mendagri Tito karnavian sebagai menteri yang lain dalam mendukung kebijakan yang diambil oleh Mendkbud.