Skripsi

ANALISIS ISI PESAN KEKERASAN VERBAL DALAM AKUN YOUTUBE “ANIMASINOPAL”

Penulis NASRULLOH, ROZAK
Jenis

Skripsi

Tahun

2021

Kode

1286/UB/FISIP-KOM/21

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

ANALISIS ISI PESAN KEKERASAN VERBAL DALAM AKUN YOUTUBE “ANIMASINOPAL”

#1513221015

Pengarang: NASRULLOH, ROZAK

Pembimbing Pertama: Dra. Ratna Setyaraharjoe, M. Si.

Pembimbing Kedua: Yulius Puguh Adi Widodo

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA - FISIP Kom

Tahun Terbit: 2021

Bahasa: Ind

Kode: 1286/UB/FISIP-KOM/21

No. Klasifikasi: 070.43 Nas a

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2021

Status

Tersedia

Kode

1286/UB/FISIP-KOM/21

Deskripsi Fisik

xv+ 102 hal; 30 cm

Subyek

MEDIA ON LINE

Kata Kunci

Analisis Isi Kekerasan Verbal Animasi Media massa Youtube

Anotasi

ABSTRAK Berkembangnya media massa di Indonesia dari waktu ke waktu semakin menigkat. Salah satunya perkembangan media massa dalam bentuk serial animasi. Animasi lebih kepada serial anak-anak. Namun animasi yang ada di Indonesia saat ini masih banyak yang tidak mencerminkan anak-anak karena menggunakan kata-kata kasar yang merupakan bentuk kekerasan verbal. Animasi Nopal menjadi salah satu animasi yang menghibur sekaligus mengandung kekerasan verbal di dalamnya. Walaupun mengandung kekerasan verbal animasi Nopal sangat di gemari. Yang mana animasi ini memiliki 6,4 juta subscriber dan beberapa kali menjadi trending youtube. Dengan banyaknya subscriber di youtube, animasi Nopal bisa dipastikan memiliki pengaruh yang cukup besar di dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kekerasan verbal yang terkandung dalam akun youtube animasinopal. Metode dalam penelitian ini menggunakan analisis isi kualitatif dengan berlandaskan teori analisis isi John Fiske. Hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah terdapat pesan kekerasan verbal dalam 6 episode animasi Nopal meliputi menghina 25 kali, membentak 2 kali, mengancam 3 kali dan memaksa 1 kali. Sehingga total kekerasan verbal dalam 6 episode animasi Nopal sebanyak 31 kali.

Di-entri: 23 February 2022 04:54