ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PR. SUMBER BAROKAH SIDOARJO
Penulis HUSNA, GEMPITA ASMAULSkripsi
2020
3315/UB/FEB-AK/20
Ind
ANALISIS SISTEM PENGENDALIAN INTERN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA PR. SUMBER BAROKAH SIDOARJO
#1612311067Pengarang: HUSNA, GEMPITA ASMAUL
Pembimbing Pertama: Dra. Kusni Hidayati, M.Si.Ak., CA.
Pembimbing Kedua: Arief Rahman, SE.,M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA; FE-Akuntansi
Tahun Terbit: 2020
Bahasa: Ind
Kode: 3315/UB/FEB-AK/20
No. Klasifikasi: 657.458 Hus a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2020
Status
Tersedia
Kode
3315/UB/FEB-AK/20
Deskripsi Fisik
xx + 125 hal; 30 cm
Subyek
SISTEM PENGENDALIAN INTERN - PROSEDUR PENGGAJIAN
Kata Kunci
Anotasi
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana sistem pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas yang dilakukan oleh PR. Sumber Barokah Sidoarjo dalam menjalankan kegiatan usahanya untuk mencapai tujuan perusahaan. Pada penelitian ini penulis menggunakan teori yang dikemukakan oleh Mulyadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data deskriptif, yaitu dengan melakukan pengumpulan data terlebih dahulu, kemudian penulis mengklasifikasikan serta menafsirkan data sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah sistem pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas yang ada di perusahaan. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi, dimana data yang diambil merupakan data primer yang berupa bukti dokumen atau catatan yang telah disusun dalam arsip perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengendalian intern penerimaan dan pengeluaran kas pada PR. Sumber Barokah Sidoarjo masih belum sepenuhnya sesuai dengan unsur-unsur pengendalian intern karena masih terdapat rangkap jabatan yang dilakukan oleh bagian akuntansi dengan bagian kas. Pada unsur praktik yang sehat juga didapati bahwa perusahaan belum pernah melakukan perputaran jabatan, sehingga hal tersebut dapat menimbul persekongkolan antar pegawai. Pada sistem otorisasi masih ditemukan adanya penyalahgunaan wewenang pimpinan perusahaan dengan tidak dilakukannya pemisahan pengeluran perusahaan dan pengeluaran pemilik perusahaan.