Skripsi

ANALISIS BIAYA OVERHEAD PABRIK STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA ( PT Ajinomoto Indonesia Mojokerto Factory)

Penulis APRILIA, LISA AYU
Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Kode

3214/UB/FEB-AK/20

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

ANALISIS BIAYA OVERHEAD PABRIK STANDAR SEBAGAI ALAT PENGENDALIAN BIAYA PRODUKSI STUDI KASUS PADA ( PT Ajinomoto Indonesia Mojokerto Factory)

#1612311023

Pengarang: APRILIA, LISA AYU

Pembimbing Pertama: Mahsina, S.E., M.Si.

Pembimbing Kedua: Dra. Kusni Hidayati, M.Si.Ak., CA.

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA : FEB-Akuntansi

Tahun Terbit: 2020

Bahasa: Ind

Kode: 3214/UB/FEB-AK/20

No. Klasifikasi: 657.42 Apr a

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Status

Tersedia

Kode

3214/UB/FEB-AK/20

Deskripsi Fisik

xiv + 89 hal; 30 cm

Subyek

SISTEM BIAYA - PRODUKSI

Kata Kunci

Biaya overhead pabrik pengendalian biaya produksi.

Anotasi

ABSTRAK PT Ajinomoto Indonesia,Tbk., Mojokerto factory adalah perusahaan yang mengolah Monosodium Glutamate (MSG) menjadi penyedap rasa makanan, a masalah yang terjadi di perusahaan biasanya muncul akibat tidak terkendalinya biaya produksi atau terjadinya pemborosan terhadap penyusunan biaya overhead ataupun tidak tersusunnya biaya overhead karena kurang efisiennya kinerja manajemen atau terkendalanya pengendalian biaya produksi tidak sesuai dengan rencana manajemen karena biaya-biaya cenderung mengalami kenaikan serta biaya-biaya yang di keluarkan tidak terealisasi dengan baik dalam laporan realisasi biaya produksi. Pada selisih biaya bahan baku, tentunya perusahaan merugi dengan kenaikan yang terjadi pada biaya bahan baku. Namun, kenaikan biaya bahan baku dari periode ini masih dalam batas kewajaran karena kenaikan harga tidak terlalu signifikan yaitu sebesar Rp 75.708,00 (dari tabel 4.14) beda halnya dengan biaya overhead pabrik secara keseluruhan yang menguntungkan dengan nominal yang signifikan yaitu sebesar Rp 471.794,00 (dari tabel 4.14) dengan hasil demikian, perusahaan mengalami biaya produksi yang efektif dan efisien pada bulan Desember 2019 dibanding pada bulan November 2019. Yang pada akhirnya, ketika biaya produksi dapat ditekan atau tidak melebihi standar, maka laba yang dihasilkan akan lebih optimal.

Di-entri: 25 August 2021 04:54