POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK MERDEKA PADA KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SIDOARJO DALAM BIDANG PENDIDIKAN
Penulis Muhammad Faizal Aji NugrohoSkripsi
2025
1729/UB/FISIP-KOM/25
Ind
POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANAK MERDEKA PADA KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SIDOARJO DALAM BIDANG PENDIDIKAN
#2113211076/FISIP-KOMPengarang: Muhammad Faizal Aji Nugroho
Pembimbing Pertama: Dra. Ratna Setyharjoe, M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIPKOM
Tahun Terbit: 2025
Bahasa: Ind
Kode: 1729/UB/FISIP-KOM/25
No. Klasifikasi: 659.2 MUH p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2025
Status
Tersedia
Kode
1729/UB/FISIP-KOM/25
Deskripsi Fisik
xiv + 96 hlm, 21x30 cm
Subyek
SAVE STREET CHILD - POLA KOMUNIKASI
Kata Kunci
Anotasi
Pendidikan merupakan fondasi kehidupan setiap anak, termasuk mereka yang sering dirugikan oleh sistem pendidikan formal. Tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang layak, terutama anak-anak jalanan atau yang berada dalam situasi marjinal. Bagi anak-anak ini, Komunitas Save Street Child Sidoarjo hadir sebagai alternatif yang memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan mereka. Komunitas ini berfokus pada pemberdayaan anak- anak melalui pendekatan pendidikan nonformal yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan berekspresi, dan dukungan emosional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pola komunikasi yang digunakan oleh guru dan pengasuh dalam mendampingi proses belajar anak merdeka di komunitas ini. Fokus penelitian ini tidak hanya melihat bagaimana pesan disampaikan, tetapi juga bagaimana hubungan interpersonal dibangun melalui komunikasi yang empatik, terbuka, dan partisipatif. Praktik komunikasi ini dinilai penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan suportif. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, dan wawancara mendalam kepada relawan serta anak-anak yang terlibat dalam kegiatan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang bersifat personal, empatik, dan partisipatif dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan merdeka. Selain itu, komunikasi yang efektif juga terbukti meningkatkan motivasi belajar, rasa percaya diri, dan keterlibatan aktif anak-anak dalam proses pendidikan.
Catatan
Wisuda 2025