Skripsi

ANALISIS YURIDIS TERKAIT PEMBEBASAN GANTI RUGI DENGAN ALASAN FORCE MAJEUR DITINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA ( STUDI PUTUSAN NO.128/PDT/2011/PT.PDG)

Penulis RAHARDINI, NIDYA PUTRI
Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Kode

4531/UB/FH/20

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

ANALISIS YURIDIS TERKAIT PEMBEBASAN GANTI RUGI DENGAN ALASAN FORCE MAJEUR DITINJAU DARI KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PERDATA ( STUDI PUTUSAN NO.128/PDT/2011/PT.PDG)

#1611121131

Pengarang: RAHARDINI, NIDYA PUTRI

Pembimbing Pertama: Edi Wahjuningati,SH.,M.Hum.,M.Kn

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA - FH

Tahun Terbit: 2020

Bahasa: Ind

Kode: 4531/UB/FH/20

No. Klasifikasi: 2X4.23 Ram a

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Status

Tersedia

Kode

4531/UB/FH/20

Deskripsi Fisik

vii + 71 hal; 30 cm

Subyek

HUKUM - PERJANJIAN

Kata Kunci

Kata Kunci : Force Majeure Hukum Kontrak (Perjanjian)

Anotasi

ABSTRAK Hukum perdata dalam sistem civil law memiliki dua bagian yaitu hukum kontrak dan hukum dagang. Hukum kontrak menitikberatkan tanggungjawab sukarela seseorang untuk melakukan sesuatu kewajiban atau dikenal dengan self imposed obligation. Kendati demikian, kewajiban di bawah kontrak bisa jadi tidak dapat dilaksanakan karena munculnya keadaan memaksa atau overmacht. Tulisan ini menelaah kedudukan dan fungsi overmacht/force majeure dalam hukum kontrak Indonesia. Force majeure ditujukan untuk memberikan perlindungan terhadap salah satu pihak yang dirugikan dalam suatu perjanjian, dengan ketentuan telah terpenuhinya syarat objektif dan/atau syarat subjektif. Pengaturan Force majeure terdapat dalam KUHPerdata dan mencakup situasi seperti kebakaran, banjir, gempa, hujan badai, angin topan, (atau bencana alam lainnya), pemadaman listrik, kerusakan katalisator, sabotase, perang, invasi, perang saudara, pemberontakan, revolusi, kudeta militer, terorisme, nasionalisasi, blokade, embargo, perselisihan perburuhan, mogok, dan sanksi terhadap suatu pemerintahan.

Di-entri: 29 March 2021 04:54