PEMBLOKIRAN SEBAGAI STRATEGI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MEMBERANTAS BERITA HOAX
Penulis Wardani, Diah Ayu Larasati KusumaSkripsi
2020
1319/UB/FISIP-AP/20
Ind
PEMBLOKIRAN SEBAGAI STRATEGI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TIMUR DALAM MEMBERANTAS BERITA HOAX
#1613111019Pengarang: Wardani, Diah Ayu Larasati Kusuma
Pembimbing Pertama: Drs. Heru Irianto, M.Si.
Pembimbing Kedua: Dra. Dewi Amartani, M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA; FISIP- AP
Tahun Terbit: 2020
Bahasa: Ind
Kode: 1319/UB/FISIP-AP/20
No. Klasifikasi: 354.7 War p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2020
Status
Tersedia
Kode
1319/UB/FISIP-AP/20
Deskripsi Fisik
xv + 108 hal; 21 x 30 cm
Subyek
DEPARTEMEN KOMUNIKASI
Kata Kunci
Anotasi
ABTRAK; Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dalam memberantas berita hoax melalui pemblokiran. Strategi dalam pemberantasan berita hoax dilakukan supaya tidak meresahkan banyak orang, karena saat ini berita hoax sering terjadi. Adanya strategi pemblokiran yang dilakukan diharapkan dapat bisa tetap optimal. Dengan adanya salah satu strategi dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur yaitu pemblokiran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu memberantas berita hoax. Sumber informasi pada penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh adalah strategi yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur melalui pemblokiran berita hoax yaitu dengan melakukan pemblokiran berita hoax dengan pihak kepolisian yang bekerja sesuai dengan undang-undang yang ada. Faktor yang menjadi hambatan pada pemblokiran berita hoax yaitu alat atau teknologi yang masih belum memadai, menggunakan proses waktu yang cukup lama, dan sumber daya manusia yang belum bisa menyaring kebenaran berita tersebut benar atau tidaknya. Namun selain faktor hambatan juga terdapat faktor tantangan yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur lebih gencar melakukan sosialisasi. Serta melakukan upaya dalam menanggulagi penyebaran berita atau informasi hoax di media sosial