Skripsi

Evaluasi Kinerja Tim Gerak Cepat Dalam Meningkatkan Layanan Kesehatan di Kota Surabaya

Penulis Healthyanto, Anggy
Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Kode

1345/UB/FISIP-AP/20

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

Evaluasi Kinerja Tim Gerak Cepat Dalam Meningkatkan Layanan Kesehatan di Kota Surabaya

#13031052

Pengarang: Healthyanto, Anggy

Pembimbing Pertama: Drs. Ali Fahmi, M.Si.

Pembimbing Kedua: Dra. Tri Prasetijowati, M.Si.

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA : FISIP-AP

Tahun Terbit: 2020

Bahasa: Ind

Kode: 1345/UB/FISIP-AP/20

No. Klasifikasi: 362.12 Hea e

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Status

Tersedia

Kode

1345/UB/FISIP-AP/20

Deskripsi Fisik

xv + 82 hal; 21 x 30 cm

Subyek

LAYANAN KESEHATAN

Kata Kunci

kesehatan masyarakat layanan kesehatan evaluasi kinerja

Anotasi

ABSTRAK; Peneliti ini membahas bagaimana evaluasi kinerja tim gerak cepat dalam meningkatkan layanan kesehatan di kota Surabaya. Berdasarkan pada kesadaran akan pentingnya suatu pelayanan kesehatan, rumah sakit maupun Pukesmas yang ada di Indonesia baik milik pemerintah maupun swasta selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien atau masyarakat yang hendak mendapatkan pelayanan kesehatan, baik melalui penyediaan peralatan pengobatan, tenaga medis yang berkualitas sampai pada fasilitas pendukung lainnya seperti kantin, ruang tunggu yang nyaman, apotik, lahan parkir dan sebagainya. Dengan demikian, masyarakat benar-benar memperoleh pelayanan kesehatan yang tepat dan cepat. Penelitian ini menggunnakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan analisa data secara interaktif yaitu melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verivikasi data. Adapun keismpulan dalam penelitian ini yaitu melalui kualitas pelayanan kesehatan tim gerak cepat Surabaya, faktor yang mempengaruhi kinerja tim gerak cepat dan upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan. Kemudian beberapa letak evaluasi kinerja tim gerak cepat dalam meningkatkan layanan kesehatan di kota Surabaya yaitu: Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, dana yang terlambat turun dari pemerintah, dan jumlah mobil ambulance yang terbatas.

Di-entri: 01 December 2020 04:54