IMPLEMENTASI PERMENKES NO 43 TAHUN 2016 DALAM MENUNJANG LAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT (STUDI KASUS PUSKESMAS KEBONSARI KOTA SURABAYA)
Penulis SORAYA, MEGASkripsi
2020
1291/UB/FISIP-AP/20
Ind
IMPLEMENTASI PERMENKES NO 43 TAHUN 2016 DALAM MENUNJANG LAYANAN KESEHATAN USIA LANJUT (STUDI KASUS PUSKESMAS KEBONSARI KOTA SURABAYA)
#1613121035Pengarang: SORAYA, MEGA
Pembimbing Pertama: Dra. Dewi Amartani, M.Si.
Pembimbing Kedua: Bagus Ananda Kurniawan, S.AP., M.AP
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA- FISIP-AP
Tahun Terbit: 2020
Bahasa: Ind
Kode: 1291/UB/FISIP-AP/20
No. Klasifikasi: 352.3 Sor i
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2020
Status
Tersedia
Kode
1291/UB/FISIP-AP/20
Deskripsi Fisik
xv + 100 hal; 30 cm
Subyek
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN - PERMENKES
Kata Kunci
Anotasi
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan penelitian implementasi permenkes No 43 tahun 2016 dalam menunjang layanan kesehatan usia lanjut di pusat kesehatan masyarakat. permenkes ini ada untuk dijadikan pedoman bagi pelaksanaan layanan kesehatan untuk usia lanjut untuk meningkatkan standart pelayanan minimal kesehatan usia lanjut.implementasi kebijakan di implementasikan diinstitut pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia, di Surabaya di implementasikan di puskesmas kebonsari kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana implementasi layanan kesehatan usia lanjut . untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan standart pelayanan minimal menggunakan 6 variabel implementasi untuk van meter dn van horn adalah ukuran dan tujuan, sumber daya, karakter agen pelaksana, sikap perilaku pelaksana, komunikasi antar organisasi, dan kegiatan ekonomi,sosial dan politik. pendekatan penelitian yang digunakan adalah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dan di dukung oleh data sekunder. jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari wawancara dan data sekunder yang diperoleh oleh pengolahan data dan data observasi. teknik analisis data mulai dari mengumpulkan informasi melalui wawancara dan pada tahap akhir dengan menarik kesimpulan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan layanan kesehatan usia lanjut belum maksimal dan ada sedikit kekurangan dalam hal implementasi, misalnya dalam hal sumber daya waktu untuk melakukannya layanan serta kurangnya fisik para usia lanjut saat mendengarkan sosialisasi dan membutuhkan peran keluarga untuk mendampingi.