Analisis Isi Iklan Layanan Masyarakat pada Akun Youtube Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Guna Menekan Angka Perkawinan Anak
Penulis ADITYA, RIFKY AMRILLASkripsi
2020
1179/UB/FISIP-KOM/20
Ind
Analisis Isi Iklan Layanan Masyarakat pada Akun Youtube Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Guna Menekan Angka Perkawinan Anak
#1613211010Pengarang: ADITYA, RIFKY AMRILLA
Pembimbing Pertama: Dra. Ratna Setyarahajoe. M.Si.
Pembimbing Kedua: Yulius Puguh Adi Widodo S.Sos.,M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP Kom
Tahun Terbit: 2020
Bahasa: Ind
Kode: 1179/UB/FISIP-KOM/20
No. Klasifikasi: 362.7 Adi a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2020
Status
Tersedia
Kode
1179/UB/FISIP-KOM/20
Deskripsi Fisik
xvi + 85 hal ; 21 x 30 cm
Subyek
Permasalahan dan Layanan kepada Anak
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Fenomena kehamilan pra nikah dan di luar nikah di kalangan remaja frekuensinya semakin meningkat. Meningkatnya frekuensi ini dipengaruhi oleh faktor yang sangat kompleks, antara lain kurangnya pendidikan seks dan pemahaman terhadap nilai dan norma agama, sehingga pada akhirnya mereka melakukan hubungan seks pra nikah, dan terjadi hamil pra nikah yang berujung ke pernikahan di bawah umur. Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak membuat dan menayangkan Iklan Layanan Masyarakat yang di upload pada akun Youtube Kemen PPPA dalam upaya menekan angka perkawinan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna isi Iklan Layanan Masyarakat pada Akun Youtube Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak guna menekan angka perkawinan Anak. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kuantitatif, yang mana peneliti melakukan analisa isi pesan yang terdapat pada 3 video Iklan Layanan Masyarakat yang berkaitan dengan Perkawinan Anak. Hasil penelitian ini menemukan 30 pesan dalam 3 Iklan Layanan Masyarakat Perkawinan Anak. Tema yang terdapat pada Iklan Layanan Masyarakat yaitu tema ajakan untuk peduli akan penyebab dan dampak dari perkawinan anak, ajakan untuk mencegah perkawinan anak melalui anak, keluarga, sekolah, lingkungan, sosial dan wilayah, serta ajakan untuk menekan angka perkawinan anak di Indonesia.