Skripsi

Analisis Semiotika Representasi Bullying Dalam Film “Sunyi”

Penulis Verdiana, Windi
Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Kode

1187/UB/FISIP-KOM/20

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

Analisis Semiotika Representasi Bullying Dalam Film “Sunyi”

#1613211032

Pengarang: Verdiana, Windi

Pembimbing Pertama: Dra. Ratna Setyarahajoe, M.si.

Pembimbing Kedua: Yulius Puguh AW., S.Sos M.Si

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA - FISIP Kom

Tahun Terbit: 2020

Bahasa: Ind

Kode: 1187/UB/FISIP-KOM/20

No. Klasifikasi: 302.2 Ver a

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Status

Tersedia

Kode

1187/UB/FISIP-KOM/20

Deskripsi Fisik

xvi + 73 hal ; 21 x 30 cm

Subyek

PENDIDIKAN KARAKTER ANAK

Kata Kunci

Film Sunyi Analisis Semiotika Bullying Pendidikan.

Anotasi

ABSTRAK Film Sunyi adalah film bergenre horror yang disutradarai oleh Awi Suryadi dan diproduksi oleh Pichouse Films. Film ini menceritakan kematian beruntun yang terjadi di sebuah sekolah yang diakibatkan bullying. Di indonesia sudah banyak sekali kasus bullying yang terjadi dalam pendidikan dari mulai tingkat SD sampai dengan SMA. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan mengetahui gambaran bullying siswa baru dalam Film Sunyi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan metode semiotika Charles Sanders Pierce dengan segitiga makna yaitu sign, object, dan interpretan. Dalam kajian semiotika, sign adalah bagian yang merujuk pada sesuatu menurut cara atau berdasarkan kapasitas tertentu, cenderung berbentuk visual atau fisik. Object merupakan konteks sosial yang dalam implementasinya dijadikan sebagai aspek pemaknaan atau yang dirujuk oleh tanda tersebut. Sedangkan interpretan ialah konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya ke suatu makna tertentu. Sebuah tanda (sign) mengacu pada sesuatu diluar dirinya (object), dan ini dipahami oleh seseorang hingga memiliki efek di benaknya (interpretan). Kesimpulan yang dapat diambil adalah penggambaran bullying dalam film dapat dilihat dari 12 scene yang kebanyakan berisi cacian, kekerasan, paksaan, dan tekanan yang memicu korban menjadi depresi dan berujung kematian.

Di-entri: 10 November 2020 04:54