Skripsi

Agenda Setting Berita Demo Mahasiswa Tentang Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kitab Undang Hukum Pidana Pada Halaman Pertama Surat Kabar Jawa Pos Edisi September 2019

Penulis Prastyo, Bagus Tri
Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Kode

1154/UB/FISIP-KOM/20

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

Agenda Setting Berita Demo Mahasiswa Tentang Revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kitab Undang Hukum Pidana Pada Halaman Pertama Surat Kabar Jawa Pos Edisi September 2019

#1613221021

Pengarang: Prastyo, Bagus Tri

Pembimbing Pertama: M.Fadeli, S. Sos, M.Si.

Pembimbing Kedua: Tira Fitria Wardhani, S.Sos, M.Si

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA - FISIP Kom

Tahun Terbit: 2020

Bahasa: Ind

Kode: 1154/UB/FISIP-KOM/20

No. Klasifikasi: 070.172 Pra a

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2020

Status

Tersedia

Kode

1154/UB/FISIP-KOM/20

Deskripsi Fisik

xv + 95 hal; 21 x 30 cm

Subyek

SURAT KABAR

Kata Kunci

Analisis isi revisi UU KPK dan RKUHP Jawa Pos

Anotasi

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kecenderungan isi berita Demo Revisi Undang-Undang KPK dan RKUHP oleh surat kabar harian Jawa Pos pada halaman pertama edisi september 2019. Hal ini karena pemberitaan tentang demo revisi UU KPK dan RKUHP yang berbeda-beda. Sehingga opini publik tentang revisi UU KPK dan RKUHP tidak terbentuk. Penelitian ini menggunakan analisis isi Barelson dengan kategorisasi penempatan berita dan narasumber pada berita. Metode penelian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menujukkan bahwa Jawa Pos cenderung mendukung masyarakat untuk membatalkan revisi UU KPK dan RKUHP. Jawa Pos juga menampilkan undang-undang maupun pasal-pasal yang kontroversial. Sehingga membentuk opini masyarakat bahwa revisi UU KPK dan RKUHP perlu dibatalkan. Jawa Pos pun menggiring publik sehingga masyarakat menjadi empati terhadap masalah revisi UU KPK dan RKUHP. Namun, Jawa Pos juga memberitkan klarifikasi pemerintah tnetang revisi UU KPK dan RKUHP. Pengemasan berita yang menarik ini kemudian membentuk agenda publik untuk menunda pengesahan UU KPK dan RKUHP serta menerbitkan Perppu. Dengan demikian bahwa Jawa Pos cenderung pro dengan pemerintah.

Di-entri: 08 November 2020 04:54