TA

ANALISA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) DAERAH IRIGASI WADUK TUWIRI KABUPATEN LAMONGAN

Penulis FAIZAH, LILIS
Jenis

TA

Tahun

2019

Kode

530/UB/FT-Sip/19

Bahasa

Ind

TA Tersedia
Unduh Laporan

ANALISA KEBUTUHAN NYATA OPERASI DAN PEMELIHARAAN (AKNOP) DAERAH IRIGASI WADUK TUWIRI KABUPATEN LAMONGAN

#14042019

Pengarang: FAIZAH, LILIS

Pembimbing Pertama: Dr. Ir. Priatno Utomo, M.M

Jenis: TA

Penerbit: UBHARA - FT Sipil

Tahun Terbit: 2019

Bahasa: Ind

Kode: 530/UB/FT-Sip/19

No. Klasifikasi: 627.52 Fai a

Jenis Karya: S1


Jenis

TA

Tahun

2019

Status

Tersedia

Kode

530/UB/FT-Sip/19

Deskripsi Fisik

vii + 70 hal; 30 cm

Subyek

IRIGRASI - SALURAN SEKUNDER

Kata Kunci

Embung Operasi dan Pemeliharaan AKNOP

Anotasi

ABSTRAK Embung merupakan suatu wadah atau tendon atau tampungan air hujan maupun aliran permukaan tanah (sungai) yang digunakan untuk air irigasi dimusim kemarau. Air dalam embung juga dapat dimanfaatkan untuk air baku dan irigasi dengan syarat kualitas air dalam kondisi baik. Dilihat dari fungsi embung tersebut, maka embung berperan penting bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat di sekitar bangunan tersebut. Oleh sebab itu, dalam menjaga keberlangsungan embung beserta pelengkapnya tersebut perlu upaya untuk mengamankan, melindungi, dan menjaganya supaya dapat dimanfaatkan saat musim kemarau datang. Oleh karena itu, perlu adanya analisis yang terkait dengan masalah tersebut, dengan mengidentifikasi masalah kerusakan embung yang terdapat di daerah irigasi waduk Tuwiri Kabupaten Lamongan. Tahapan awal untuk melakukan analisis kerusakan bangunan embung adalah mengumpulkan data. Tahap selanjutnya ialah melakukan survey lokasi dan menginvestarisasi setiap bangunan pada embung Tuwiri. Tahap terakhir yaitu analisis AKNOP Embung Tuwiri. Berdasarkan hasil analisa perhitungan AKNOP (Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharan) pada Embung Tuwiri, di dapatkan jumlah biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp. 523.596.000,-, sedangkan Biaya operasi dan pemeliharan di Daerah Irigasi Waduk Tuwiri per Ha sebesar Rp. 1.166.000,-.

Di-entri: 21 October 2020 04:54