TA

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN APEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING

Penulis FADHILAH, DINA ZAHROTUL
Jenis

TA

Tahun

2019

Kode

462/UB/FT-Inf/19

Bahasa

Ind

TA Tersedia
Unduh Laporan

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT PADA TANAMAN APEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE BACKWARD CHAINING

#14043091

Pengarang: FADHILAH, DINA ZAHROTUL

Pembimbing Pertama: Rani Purbaningtyas, S.Kom., MT.

Jenis: TA

Penerbit: UBHARA - FT. Inf

Tahun Terbit: 2019

Bahasa: Ind

Kode: 462/UB/FT-Inf/19

No. Klasifikasi: 621.317 Fad s

Jenis Karya: S1


Jenis

TA

Tahun

2019

Status

Tersedia

Kode

462/UB/FT-Inf/19

Deskripsi Fisik

xv + 68 hal; 30 cm

Subyek

METODE FORWARD CHAINING

Kata Kunci

Sistem Pakar Backward Chaining Penyakit Tanaman Apel

Anotasi

ABSTRAK Apel adalah salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang sangat baik untuk dikonsumsi karena memiliki antioksidan yang baik untuk tubuh. Namun dalam membudidayakan tanaman apel ini ada banyak kendala terutama pada saat tanaman terserang penyakit. Penyakit-penyakit yang menyerang tanaman apel sangat mempengaruhi hasil produksi buah, karena dapat menghasilkan buah yang tidak baik dan dapat berakibat matinya pohon apel. Serangan penyakit tersebut dapat teratasi dengan cepat apabila mampu mengidentifikasi jenis penyakit yang menyerangnya secara cepat dan tepat berdasarkan pada gejala-gejala yang muncul. Sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir sedini mungkin. Tujuan penelitian ini yaitu membangun sistem pakar diagnosa penyakit pada tanaman apel dengan menggunakan metode backward chaining yang dapat mempermudah dalam memberikan informasi mengenai penyebab munculnya penyakit serta cara penanggulangan pada tanaman apel secara cepat dan akurat. Dari hasil uji coba aplikasi dengan adanya Sistem Pakar Diagnosa Pada Penyakit Tanaman Apel Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining ini pengguna dapat mengetahui gejala-gejala dari penyakit yang dialami tanaman apel dan hasil pengujian dengan melakukan perbandingan menggunakan metode forward chaining hasilnya sama dengan backward chaining tingkat akurasinya 100 % input dari backward chaining sama dengan output dari forward chaining.

Di-entri: 22 September 2020 04:54