TA

KLASTERISASI KABUPATEN DAN KOTA BERDASARKAN PENILAIAN ADIPURA DI WILAYAH INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FUZZY C-MEANS

Penulis WILINDA, ELTA DEKA
Jenis

TA

Tahun

2019

Kode

445/UB/FT-Inf/19

Bahasa

Ind

TA Tersedia
Unduh Laporan

KLASTERISASI KABUPATEN DAN KOTA BERDASARKAN PENILAIAN ADIPURA DI WILAYAH INDONESIA MENGGUNAKAN METODE FUZZY C-MEANS

#12043023

Pengarang: WILINDA, ELTA DEKA

Pembimbing Pertama: Syariful Alim S.Kom, M.Cs

Jenis: TA

Penerbit: UBHARA - FT. Informatika

Tahun Terbit: 2019

Bahasa: Ind

Kode: 445/UB/FT-Inf/19

No. Klasifikasi: 629.8 Wil k

Jenis Karya: S1


Jenis

TA

Tahun

2019

Status

Tersedia

Kode

445/UB/FT-Inf/19

Deskripsi Fisik

xviii + 125 hal; 30 cm

Subyek

FUZZY C-MEANS

Kata Kunci

Penghargaan Adipura Kabupaten Kota Indonesia Clustering Fuzzy CMeans.

Anotasi

ABSTRAK Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup. Adipura sebenarnya digunakan sebagai alat untuk mendorong motivasi aparat pemerintah dan masyarakat untuk meperbaiki dan meningkatkan kondisi kebersihan lingkungan di Indonesia. Permasalahan nya adalah untuk menentukan peraih Adipura membutuhkan waktu 2 minggu untuk menyeleksi Kabupaten dan Kota di seluruh wilayah Indonesia, dalam penelitian ini ada 374 Kota dan Kabupaten yang terkumpul. Clustering adalah suatu metode pengelompokan berdasarkan ukuran kedekatan (kemiripan). Clustering berbeda dengan group, kalau group berarti kelompok yang sama kondisinya kalau tidak ya pasti bukan kelompoknya. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam clustering adalah fuzzy c-means. Secara konsep Fuzzy C-Means pertama kali menentukan pusat cluster, yang akan menandai lokasi rata-rata tiap cluster yang kemudian dilakukan proses perbaikan pusat cluster dan derajat keanggotaan titik sampai pada minimisasi fungsi obyektif yang menggambarkan jarak dari titik data yang diberikan ke pusat cluster yang terbobot oleh derajat keanggotaan titik tersebut. Dari hasil coba sistem pengklusteran daerah yang layak mendapatkan Adipura dengan hasil bahwa setiap klaster pada setiap prosesnya mendapatkan hasil nilai yang selalu berubah-ubah, sehingga tidak dapat menentukan pelabelan yang paten. Data sangat mempengaruhi waktu untuk melakukan pemrosesan aplikasi. Semakin banyak data maka akan semakin memakan waktu yang lebih banyak untuk waktu paling cepat ada berada di kategori Kota Besar sedangkan waktu eksekusi aplikasi yang paling lama yaitu pada kota kecil dengan jumlah data 273.

Di-entri: 22 September 2020 04:54