TA

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN ATLET BULUTANGKIS MENGGUNAKAN METODE ANALITYC HIERARCY PROCESS (AHP)

Penulis ROZI, MUHAMMAD FATCHUR
Jenis

TA

Tahun

2019

Kode

430/UB/FT-Inf/19

Bahasa

Ind

TA Tersedia
Unduh Laporan

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN ATLET BULUTANGKIS MENGGUNAKAN METODE ANALITYC HIERARCY PROCESS (AHP)

#13043107

Pengarang: ROZI, MUHAMMAD FATCHUR

Pembimbing Pertama: Eko Prasetyo, S.Kom., M.Kom.

Jenis: TA

Penerbit: UBHARA - FT. Informatika

Tahun Terbit: 2019

Bahasa: Ind

Kode: 430/UB/FT-Inf/19

No. Klasifikasi: 629.8 Roz s

Jenis Karya: S1


Jenis

TA

Tahun

2019

Status

Tersedia

Kode

430/UB/FT-Inf/19

Deskripsi Fisik

xvii + 128 hal; 30 cm

Subyek

ANALITYC HIERARCY PROCESS (AHP)

Kata Kunci

Berprestasi Karyawan Analitycal Hierarchy Prosess (AHP) Sistem Pendukung Keputusan.

Anotasi

ABSTRAK Pemilihan karyawan berprestasi yang dilakukan CV. Proma Exclusive berdasarkan hasil dari kinerja karyawan. Sudah bertahun - tahun terakhir CV. Proma Exclusive menjalankan pemilihan karyawan berprestasi. Sering sekali mengalami kesulitan dan bahkan ada yang tidak akurat tentang pemilihannya dikarenakan ada kedekatan oleh sang pemilik perusahaan sendiri, sehingga ditemukan kurang tepatnya dalam pemilihan karyawan berprestasi dalam hal ini di akibatkan oleh sistem yang masih manual untuk penentuan karyawan berprestasi. Sistem pendukung keputusan merupakan suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu CV. Proma Exclusive dalam memecahkan masalah pemilihan karyawan berprestasi. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam sistem pendukung keputusan adalah Analitycal Hierarchy Prosess (AHP). Metode Analitycal Hierarchy Prosess (AHP) memperhitungkan tingkat validasi sampai batas toleransi inkonsistensi berbagai kriteria dan alternatif yang dipilih oleh pengambil keputusan. Pada penelitian ini data yang digunakan adalah data karyawan CV. Proma Exclusive. Kriteria yang digunakan adalah SOP, Personal, Produktifitas Kerja dan Team Work. Dari hasil percobaan yang dilakukan hasil perhitungan manual dari perusahaan dan perhitungan dari aplikasi yang dibuat, mendapatkan presentasi 90% persamaan dalam menentukan pemilihan karyawan berprestasi. Sehingga menghasilkan satu karyawan disetiap devisi yang mendapatkan gelar karyawan berprestasi dari sejumlah ruang lingkup devisinya menjadi karyawan yang terbaik dari seluruh segi kinerjanya yang didapatkan dari nilai tertinggi dari hasil pemilihan di setiap devisi yang akan mendapatkan gelar karyawan berprestasi.

Di-entri: 21 September 2020 04:54