ANALISA KESELAMATAN JALAN PADA RUAS JALAN BYPASS KRIAN DI KABUPATEN SIDOARJO
Penulis Didit, MukhamadTA
2019
439/UB/FT-Sip/19
Ind
ANALISA KESELAMATAN JALAN PADA RUAS JALAN BYPASS KRIAN DI KABUPATEN SIDOARJO
#13042001Pengarang: Didit, Mukhamad
Pembimbing Pertama: Anik Budiati., ST., MT
Jenis: TA
Penerbit: Surabaya: FT- Sipil
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 439/UB/FT-Sip/19
No. Klasifikasi: 693.5 Did a
Jenis Karya: S1
Jenis
TA
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
439/UB/FT-Sip/19
Deskripsi Fisik
viii + 62 hal; 30 cm
Subyek
RUAS JALAN
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) pada tahun 2013 jumlah kendaraan bermotor di Sidoarjo mencapai 958.466 unit naik hingga 23% pada tahun 2015 dengan jumlah mencapai 1.243769 unit, hal tersebut berdampak pada meningkatnya angka kecelakaan. Berdasarkan data polri (2016), menyebutkan jumlah kecelakaan lalulintas di wilayah kabupaten sidoarjo memiliki tingkat kecelakaan tertinggi di Jawa Timur yaitu 1.177 kejadian. Hal tersbut meninimbulkan permasalahan khususnya masalah kecelakaan dan faktor penyebabnya. Ruas jalan bypass Krian merupakan jalan akses antar kota Surabaya menuju kota Mojokerto, dengan panjang jalan 8 km, atau pada posisi km ±26.000 sampai dengan km ±34.000. Jalur ini banyak dilewati oleh berbagai jenis dan karakteristik kendaraan. Kecepatan kendaraanpun bervariasi bahkan terkadang melebihi batas kecepatan yang diijinkan. Menurut info Satlantas Polres Sidoarjo yang dikutip dari berita sindo, Kawasan ini merupakan wilayah rawan kecelakaan. Hal itu dikarenakan banyaknya kendaraan yang memacu kendaraannya diatas batas kecepatan maksimum yang ditetapkan, Dalam RSNI T-14-2014, sedangkan jalur ini juga merupakan pusat kawasan industry di wilayah kabupaten Sidoarjo sehingga membuat banyaknya akses keluar masuk kendaraan. Berdasarsarkan hal tersebut perlu adanya evaluasi terhadap karanteristik kejadian untuk menentukan lokasi (Black Spot) pada by pass Krian yang selanjutnya di usulkan solusi penanganan guna mengurangi angka kecelakaan pada lokasi tersebut. Metode cussum untuk mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan tertinggi (Black spot) dilakukan dengan membagi panjang jalan menjadi per segmen, selanjutkan di usulkan solusi supaya dapat mengurangi angka kecelakaan di wilayah tersebut. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Cussum dapat disimpulkan bahwa daerah rawan kecelakaan atau blackspot tertinggi terdapat pada Km 28+100 s/d Km 29+000 dengan nilai Cussum kecelakaan tahun selanjutnya (S1) 10,166.