PERSONAL BRANDING CAK ARMUJI PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK @cakj1
Penulis Salindeho, Joanna Adelaida PrigeliaSkripsi
2025
1692/UB/FISIP-KOM/25
Ind
PERSONAL BRANDING CAK ARMUJI PADA MEDIA SOSIAL TIKTOK @cakj1
#2113211032/FISIP-KOMPengarang: Salindeho, Joanna Adelaida Prigelia
Pembimbing Pertama: Tira Fitriawardhani, S.Sos., M.Si.
Pembimbing Kedua: Julyanto Ekantoro, S.E., S.S., M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP Kom
Tahun Terbit: 2025
Bahasa: Ind
Kode: 1692/UB/FISIP-KOM/25
No. Klasifikasi: 384.54 SAL P
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2025
Status
Tersedia
Kode
1692/UB/FISIP-KOM/25
Deskripsi Fisik
xiv, 77 hal ; 21 x 30 cm
Subyek
PERSONAL BRANDING
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Tiktok bukan lagi menjadi aplikasi hiburan bagi sebagian masyarakat. Beberapa pengguna Tiktok memanfaatkan aplikasi ini dengan kreatifitasnya masing-masing untuk membranding dirinya pada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Cak Armuji dalam tiktoknya @cakj1, beliau membranding dirinya melalui konten-konten yang diunggahnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalis konten dalam media sosial Tiktok @cakj1 untuk menentukan Personal Branding seorang Armuji pada warga Surabaya. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis konten dengan pendekatan teori Peter Montoya 2002 yang menjelaskan bahwa terdapat delapan konsep Personal Branding yaitu, Spesilisasi (The Law of Specialization), Kepemimpinan (The Law of Leadership), Kepribadian (The Law of Personality), Perbedaan (The Law of Distinctivenes), Terlihat (The Law of Visibility), Kesatuan (The Law of Unity), Keteguhan (The Law of Persistence), Nama Baik (The Law of Goodwill) melalui observasi konten-konten yang diunggah dalam Tiktok @cakj1 dan penelitian terdahulu serta menggunakan studi dokumentasi berupa screeenshoot konten media sosial Tiktok @cakj1 sebagai pelengkap penelitian ini. Konten-konten yang disajikan oleh Cak Armuji berisi upaya yang dilakukan Cak Armuji untuk menjadi pemimpin yang dapat diandalkan warga Surabaya. Contoh kontennya ialah konten, “Mediasi Konflik” dan konten “Sidak” yang banyak menarik perhatian dari warga Surabaya. Melalui analisis tersebut menemukan bahwa Cak Armuji berupaya menunjukan Personal Branding sebagai seorang Wakil Walikota Surabaya yang berani memimpin dengan adil, dengan berusaha menanggapi setiap aspirasi warga Surabaya dengan cepat dan membela keadilan serta menjadi penolong bagi rakyat kecil. Hal ini dibuktikan melalui komentar-komentar positif yang diberikan oleh warga Surabaya pada konten-konten yang dibuat oleh Cak Armuji. Kata Kunci: Personal Branding, Menarik Perhatian, Konten, Tiktok.
Catatan
Wisuda 2025