PENENTUAN BURUNG LOVEBIRD TERBAIK TINGKAT KECAMATAN SUKODONO MENGGUNAKAN METODE TOPSIS (Studi kasus : Komunitas Singaraja)
Penulis Septiawan, DafitTA
2019
407/ub/ft-inf/19
Ind
PENENTUAN BURUNG LOVEBIRD TERBAIK TINGKAT KECAMATAN SUKODONO MENGGUNAKAN METODE TOPSIS (Studi kasus : Komunitas Singaraja)
#12.043.130Pengarang: Septiawan, Dafit
Pembimbing Pertama: Rani purbanigtyas, S.kom., M.T
Jenis: TA
Penerbit: UBHARA - FH inf
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 407/ub/ft-inf/19
No. Klasifikasi: 005.4 Daf P
Jenis Karya: S1
Jenis
TA
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
407/ub/ft-inf/19
Deskripsi Fisik
xii,93 hal; 30 cm
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Burung Lovebird termasuk burung kecil dengan ukuran 13-17 cm dan berat badan 40-60 gram. Mereka adalah burung terkecil diantara keluarga betet. Memiliki bentuk tubuh kompak, ekor pendek berujung tumpul, paruh tajam. Di kalangan pencinta burung, Lovebird kini jadi primadona. Jika sudah cinta, tidak sedikit orang yang mau membeli burung yang diincarnya dengan harga di atas rata - rata. Akan tetapi banyak kalangan masyarakat khususnya di daerah sidoarjo yaitu kecamatan sukodono yang asal memberi harga pada burung Lovebird tanpa tahu statistik dari burung Lovebird itu sendiri sehingga banyak pedagang Lovebird yang mengalami kerugian yang terhitung tidak sedikit. Pengolahan data secara manual membutuhkan waktu yang sedikit lama karena banyaknya tipe burung dengan data yang berbeda-beda. Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk menyelesaikan pengambilan keputusan secara praktis. Berbagai kriteria yang diambil dari data member yaitu Warna, Lama Berkicau, Gelar Juara, Freestyle, Umur. Dengan menghitung matriks dari bobot preferensi yang sudah ditentukan dan dari 10 percobaan didapat data yang berbeda beda sesuai dengan alternative kriteria yang ditentukan yang menghasilkan 1 Lovebird terbaik.