PENGARUH FAKTOR PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS PERUSAHAAN (INDUSTRI MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG DAN KONSUMSI SUB SEKTOR ROKOK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013 – 2018)
Penulis PRAWIDYA, CHRESTY KARUNIASkripsi
2019
3204/UB/FEB-AK/19
Ind
PENGARUH FAKTOR PERPUTARAN PIUTANG TERHADAP TINGKAT LIKUIDITAS PERUSAHAAN (INDUSTRI MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI BARANG DAN KONSUMSI SUB SEKTOR ROKOK YANG LISTING DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013 – 2018)
#12023027Pengarang: PRAWIDYA, CHRESTY KARUNIA
Pembimbing Pertama: Dra. Kusni Hidayati, M.Si, Ak,
Pembimbing Kedua: Mahsina, SE., M.Si,
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FE Akuntansi
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 3204/UB/FEB-AK/19
No. Klasifikasi: 657.48 Pra p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
3204/UB/FEB-AK/19
Deskripsi Fisik
xv + 82 hal; 21x30 cm
Subyek
SISTIM AKUNTANSI - LIKUIDITAS
Kata Kunci
Anotasi
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh faktor – faktor perputaran piutang terhadap tingkat likuiditas perusahaan. Dimana faktor – faktor tersebut adalah account receivable turn over, average collection period, rasio tunggakan, dan rasio penagihan. Dalam penelitian ini akan diketahui faktor – faktor perputaran piutang manakah yang memiliki pengaruh secara simultan, parsial, dan dominan terhadap tingkat likuiditas perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji F, uji t, dan koofisien determinasi. Data diolah menggunakan program SPSS dan untuk menguji variabel menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian ini secara simultan menunjukkan semua faktor – faktor perputaran piutang berpengaruh terhadap tingkat likuiditas. Hasil secara parsial hanya average collection period dan rasio penagihan yang berpengaruh terhadap tingkat likuiditas. Dan average collection period adalah faktor yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap tingkat likuiditas. Oleh karena hal tersebut, perusahaan diharapkan dengan konsisten memperhatikan proses serta jangka waktu penagihan piutang supaya lebih efektif dan efesien sehingga perubahan piutang menjadi kas cepat dan meningkat.