ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA H.S. SAMSOERI MERTOJOSO SURABAYA
Penulis MONICA, SHINTA ALVIANASkripsi
2019
3172/UB/FEB-AK/19
Ind
ANALISIS PENERAPAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN TARIF JASA RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA H.S. SAMSOERI MERTOJOSO SURABAYA
#1512321080Pengarang: MONICA, SHINTA ALVIANA
Pembimbing Pertama: Drs. Masyhad., M.Si., Ak., CA.
Pembimbing Kedua: Dra. Kusni Hidayati, M.si., Ak., CA.,
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA FEB-Akuntansi
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 3172/UB/FEB-AK/19
No. Klasifikasi: 657.42 Mon a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
3172/UB/FEB-AK/19
Deskripsi Fisik
xvi + 92 hlm; 21x30cm
Subyek
AKUNTANSI BIAYA - PERUSAHAAN
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Persaingan di dunia usaha tidak hanya berlaku dibidang manufaktur/industri tetapi juga dibidang usaha pelayanan jasa. Salah satu bentuk usaha pelayanan jasa adalah jasa kesehatan, terutama jasa rumah sakit. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, “rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat.” Dalam penentuan tarif Rumah Sakit ini masih menggunakan metode perhitungan biaya tradisional (unit cost), dianggap kurang efisien dalam penentuan tarif jasa rawat inap karena dalam pembebanan biaya hanya menggunakan satu pemicu biaya (cost driver) saja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode acivity based costing system dalam menentukan tarif jasa rawat inap pada Rumah Sakit Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso di Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data tahun 2018, berupa data-data mengenai tarif rawat inap rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode activity based costing system dapat menjadi pertimbangan baru bagi pihak manajemen rumah sakit dalam penentuan tarif rawat inap. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan metode activity based costing system menghasilkan tarif lebih tinggi pada ruang VVIP-1, VVIP-2, dan VIP.