OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK PADA GEDUNG KANTOR LIMA LANTAI DENGAN METODE CPM ( Studi Kasus : Gedung Kantor Ulvana Excellent, Kota Surabaya )
Penulis Harianto, BudiSkripsi
2025
665/UB/FT-Sip/25
INDONESIA
OPTIMALISASI PENJADWALAN PROYEK PADA GEDUNG KANTOR LIMA LANTAI DENGAN METODE CPM ( Studi Kasus : Gedung Kantor Ulvana Excellent, Kota Surabaya )
#1814221009/FT-SipPengarang: Harianto, Budi
Pembimbing Pertama: Bagus Dwi Purwanto, S.T., M.T
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FT- Sipil
Tahun Terbit: 2025
Bahasa: INDONESIA
Kode: 665/UB/FT-Sip/25
No. Klasifikasi: 691.3 HAR O
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2025
Status
Tersedia
Kode
665/UB/FT-Sip/25
Deskripsi Fisik
vi, 54 hal; 21x30
Subyek
PEMBANGUNAN PROYEK - METODE CPM
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Proyek konstruksi sering mengalami kendala keterlambatan dan pembengkakan biaya akibat kurang efektifnya manajemen waktu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan proyek pembangunan Gedung Kantor Ulvana Excellent di Surabaya menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Dengan metode ini, dapat diidentifikasi jalur kritis dan total durasi proyek, serta dilakukan analisis percepatan (crashing) untuk mengoptimalkan waktu penyelesaian. Data yang digunakan meliputi time schedule, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan laporan progres proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi normal proyek adalah 245 hari dengan sejumlah aktivitas kritis yang mempengaruhi jalannya proyek. Dengan penerapan metode CPM dan simulasi percepatan, proyek dapat diselesaikan dalam durasi yang lebih optimal tanpa mengabaikan kualitas dan biaya konstruksi. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan dan pengelolaan proyek konstruksi agar lebih efisien di masa mendatang. Berdasarkan hasil analisis proyek pembangunan Gedung Kantor Ulvana Excellent di Surabaya menggunakan metode CPM (Critical Path Method), dapat disimpulkan bahwa. Melalui analisis percepatan proyek yang dilakukan dengan mempertimbangkan cost slope pada beberapa pekerjaan kritis, durasi proyek dapat dipersingkat hingga 241 hari dengan tambahan biaya minimal sebesar Rp 36.625.532.882. Percepatan dilakukan melalui berbagai tahap, seperti mempercepat pekerjaan pembersihan lahan, pemasangan pagar proyek, dan pekerjaan pemancangan tiang pancang, dengan tota 27 kegiatan kritis. Dari skema percepatan ini, ditemukan bahwa pengurangan waktu proyek berbanding lurus dengan penurunan biaya tidak langsung, sehingga memungkinkan penghematan yang signifikan dalam biaya operasional proyek. Kata Kunci: Manajemen Proyek, Critical Path Method (CPM), Penjadwalan Proyek, Crashing.
Catatan
Wisuda 2025