Skripsi

PENERAPAN ANALISIS ALTMAN Z-SCORE DENGAN PERSPEKTIF PREDIKSI KEBANGKRUTAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ( Studi Pada Food And Beverages Di Bursa Efek Indonesia )

Penulis WULANDARI, FEBRY ANA
Jenis

Skripsi

Tahun

2019

Kode

3106/UB/FEB-AK/19

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

PENERAPAN ANALISIS ALTMAN Z-SCORE DENGAN PERSPEKTIF PREDIKSI KEBANGKRUTAN UNTUK MENGUKUR KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN ( Studi Pada Food And Beverages Di Bursa Efek Indonesia )

#11512321025

Pengarang: WULANDARI, FEBRY ANA

Pembimbing Pertama: Dr. Siti Rosyafah, Dra.Ec., MM.

Pembimbing Kedua: Arief Rahman, SE, M.Si.

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA FEB-Akuntansi

Tahun Terbit: 2019

Bahasa: Ind

Kode: 3106/UB/FEB-AK/19

No. Klasifikasi: 657.7 Wul p

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2019

Status

Tersedia

Kode

3106/UB/FEB-AK/19

Deskripsi Fisik

xiii + 86 hal; 21x30 cm

Subyek

METODE ALTMAN Z-SCORE - FINANCIAL

Kata Kunci

Kinerja Keuangan Prediksi kebangkrutan Altman Z-Score

Anotasi

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui tingkat kebangkrutan dan kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur sektor Food and Beverages di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018 yang diukur melalui model Altman Z-Score. Metode penelitian ini menggunakan analisis Altman Z-Score dengan rasio yang digunakan adalah Modal kerja dibagi total aktiva, Laba ditahan dibagi total aktiva, Laba sebelum bunga dan pajak dibagi total aktiva, Nilai pasar ekuitas dibagi dengan nilai buku hutang, Penjualan dibagi dengan total aktiva. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Tujuh perusahaan dalam kondisi sehat hal ini dikarenakan perusahaan tersebut memiliki tingkat profitabilitas dan likuiditas yang baik disetiap tahunnya. (2) Perusahaan yang berada dalam kondisi grey area atau rawan bangkrut yaitu PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk (INDF) karena kurang mampunya dalam mengelola kinerja keuangannya dapat dilihat dari rasio likuiditasnya yang semakin tahun semakin menurun, modal kerja yang semakin menurun dikarenakan hutang lancar yang semakin tahun semakin meningkat sedangkan aset lancar semakin menurun. (3) Tidak ada perusahaan yang berpotensi mengalami kebangkrutan tetapi masih perlu memperbaiki kinerja keuangannya terutama perusahaan yang berada pada kondisi grey area atau rawan kebangkrutan.

Di-entri: 05 February 2020 04:54