PARTISIPASI GENERASI REMAJA KOTA SURABAYA DALAM PELESTARIAN LUDRUK
Penulis VARIDA, DEWI NURSkripsi
2019
1203/UB/FISIP-AP/19
Ind
PARTISIPASI GENERASI REMAJA KOTA SURABAYA DALAM PELESTARIAN LUDRUK
#1513111104Pengarang: VARIDA, DEWI NUR
Pembimbing Pertama: Ali Fahmi, M.Si .
Pembimbing Kedua: Tri Prasetijowati, M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA; FISIP-AP
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 1203/UB/FISIP-AP/19
No. Klasifikasi: 306.4 Var p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
1203/UB/FISIP-AP/19
Deskripsi Fisik
xvi + 121 hal; 21 x 30 cm
Subyek
PELESTARIAN - BUDAYA DAN KEBUDAYAAN
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK PARTISIPASI GENERASI REMAJA KOTA SURABAYA DALAM PELESTARIAN LUDRUK Dewi Nur Varida Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bhayangkara, Surabaya Emaile : Dewinurvarida22@gmail.com Permasalahan ini adalah kurangnya partisipasi generasi remaja dalam pelestarian ludruk sehingga pemainnya orang dewasa. Dan banyakremaja yang kurang tertarik pada seni ludruk karena lebih memilih melihat bioskop yang memutar film-film box office dan seni ludruk terkesan kesenian yang kuno tidak sesuai dengan jamannya. Partisipasi merupakan keterlibatan dalam proses pembuatan keputusan, pelaksanaan program, memperoleh kemanfaatan dan mengevaluasi program serta memberikan bantuan kapada kelompok dalam usaha mencapai tujuan. Secara garis besar partisipasi adalah wujud dari peran serta masyarakat dalam aktivitas berupa perencanaan dan pelaksanaan untuk mencapai tujuan. Dalam mengadakan partisipasi generasi remaja dalam pelestarian ludruk akan menimbulkan dampak positif terhadap remaja maupun masyarakat yaitu dapat melindungi dan melestarikan budaya disekeliling kita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya-upaya anak remaja kota Surabaya dalam berpartisipasi terhadap seni ludruk, untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam melestarikan seni ludruk dan mengkaji mengenai partisipasi remaja dalam pelestarian ludruk. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi untuk memberikan informasi. Sumber data yang digunakan berasal dari data primer dan sekunder. Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa generasi remaja sudah mengetahui seni ludruk tetapi belum punya inisiatif untuk ikut dikarenakan didalam sekolahnya belum terdapat ekstrakulikuler seni ludruk. Adapun faktor pendukung yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang sudah memberikan sarana prasarana untuk generasi remaja dalam melestarikan seni ludruk. Sarana prasarana yang disediakan adalah adanya gedung Irama Budaya yang ada di THR dan rumah kreatif di balai pemuda yaitu membuka kelas seni yang bisa diikuti oleh remaja secara gratis khususnya asli warga Surabaya. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya partisipasi remaja untuk ikut gabung dengan grub ludruk dan kurangnya dukungan dari Dinas terkait dengan fasilitas seperti gamelan untuk gedung irama.