STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK DALAM MENGEMBANGKAN USAHA SARUNG TENUN ( STUDY DI DESA SEMAMPIR, KECAMATAN CERME, KABUPATEN GRESIK )
Penulis PRIBADI, BOBY PUTRASkripsi
2019
1190/UB/FISIP-AP/19
Ind
STRATEGI PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK DALAM MENGEMBANGKAN USAHA SARUNG TENUN ( STUDY DI DESA SEMAMPIR, KECAMATAN CERME, KABUPATEN GRESIK )
#1513111049Pengarang: PRIBADI, BOBY PUTRA
Pembimbing Pertama: Susi Ratbawati, S.Sos, M.M.
Pembimbing Kedua: Drs. Heru Irianto, M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP - ADM. PUBLK
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 1190/UB/FISIP-AP/19
No. Klasifikasi: 658.57 Pri s
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
1190/UB/FISIP-AP/19
Deskripsi Fisik
xviii + 87 hal; 21 x 30 cm
Subyek
STRATEGI - PENGEMBANGAN PRODUK
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Rencana Strategi Pemerintah Kabupaten Gresik Dalam Mengembangkan Usaha Sarung Tenun (Study Di Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik). Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kota Kediri memiliki peranan dalam melalukan pemberdayaan terhadap UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Kabupaten Gresik, salah satunya pengrajin Sarung Tenun. Hasil penelitian menunjukkan peran yang dilakukan pemerintah dalam pemberdayaan penenun pada usaha sarung tenun desa semampir melalui penyertaan modal. Penelitian ini dilakukan atas dasar untuk mengetahui upaya pemerintah Kabupaten Gresik dalam mengembangkan usaha sarung tenun. Hal ini dikarenakan penurunan omset pada industri kecil khususnya usaha sarung tenun. Selain itu, produk industri kecil sarung tenun merupakan produk unggulan dari Kabupaten Gresik yang harus dipertahankan. Sehingga dalam pelaksanaan pengembangan diperlukan sebuah keseriusan dalam pembinaan guna mensejahterahkan masyarakat sekitar dan pengusaha di desa Semampir Kecamatan Cerme. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rencana Strategi berdasarkan program Pengembangan usaha sarung tenun berjalan dengan baik dengan hasil yang dikatakan baik pula. Segala bentuk perhatian pemerintah melalui kegiatan pengembangan usaha sarung tenun nampaknya membuahkan hasil positif di mata para pengusaha dan pengrajin. pemasaran melalui pameran mendapat tanggapan positif dengan adanya kerjasama yang baik antara pemerintah dengan para penenun. Jangkauan pemasaran produk tenun juga semakin luas dan setiap tempat usaha kerajinan dapat menyerap kurang lebih 50 orang pegawai. Faktor pendukung pemberdayaan yaitu adanya komitmen dari pemerintah dan masyarakat sedangkan faktor penghambatnya adalah kemampuan sumber daya manusia itu sendiri. Untuk mencapai hasil pemberdayaan yang optimal dibutuhkan kerjasama yang baik dari pemerintah dan masyarakat terutama masyarakat Tenun Ikat Bandar Kidul.