ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KORBAN BENCANA TSUNAMI TANJUNG LESUNG, BANTEN DI MEDIA ONLINE TRIBUNNEWS.COM
Penulis KOSMIARTI, SOFISkripsi
2019
1057/UB/FISIP-KOM/19
Ind
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KORBAN BENCANA TSUNAMI TANJUNG LESUNG, BANTEN DI MEDIA ONLINE TRIBUNNEWS.COM
#1513221007Pengarang: KOSMIARTI, SOFI
Pembimbing Pertama: Dra. Ratna Setyarahajoe, M.Si.
Pembimbing Kedua: Yulius Puguh A.W.,Sos.M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP Kom
Tahun Terbit: 2019
Bahasa: Ind
Kode: 1057/UB/FISIP-KOM/19
No. Klasifikasi: 302.23 Kos a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2019
Status
Tersedia
Kode
1057/UB/FISIP-KOM/19
Deskripsi Fisik
xvi + 81 hal; 21 x30 cm
Subyek
PEMBERITAAN - MEDIA MASSA
Kata Kunci
Anotasi
Analisis Wacana Kritis merupakan salah satu ilmu yang dignakan untuk menganalisis wacana berbentuk teks maupun lisan. Namun dalam analisis ini tidak hanya meneliti mengenai teks namun konteks yang ada di dalamnya. Pada media cetak penelitian ini biasanya ada pada bagian opini, tajuk rencana dan sebagainya, pada media elektronik tv dapat kita temui acara seperti �Mata Najwa� dan �Indonesia Lawyers Club� yang ada dengan konsep mengkritisi peristiwa yang terjadi di Indonesia. Berbeda dengan Media Online yang tidak tampak keberadaanya. Hal inidikarenakan pertumbuhan mediaonlineyang semakin cepat yang akhirnya menimbulkan persaingan kecepatan apalagi pada saat bencana terjadi, media online berlomba-lomba mengabarkan bencana yang terjadi namun terkadang kurang berimbang dan membaurkan apa yang terjadi sebenarnya di lapangan. Seperti pada pemberitaan tentang firasat keluarga yang ditinggalkan sampaikepadapesan-pesanterakhirparakorban. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Diharapkan dengan menggunakan metode ini peneliti dapat menganalisa lebih dekat, mendalam, dan menyeluruh, untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pemberitaan pada korban bencana Tsunami di Tanjung Lesung ini. Dalam pengumpulan data peneliti melakukan kajian dokumen pemberitaan Tribunnews.com serta melakukan dokumentasi dengan caramenyimpangambarpemberitaantersebut. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah Tribunnews.com lebih banyak membuat berita yang bersangkutan dengan sisi lain korban bencana tersebut dan mencari informasi dari sumber lain seperti keluarga yang ditinggalkan. Hal ini bisa memberatkan bagi keluarga korban yang sedang berkabung namun sudah harus menerima dan menjawab pertanyaan wartawan. Selain itu dari 5 berita yang diteltiti ada 2 berita yang serupa hal ini dapat mempengaruhi keberimbangan pemberitaan yang seakan berpusat pada satu korbansajapadahalmasihbanyakhallainyangperluuntukdiberitakan.