STRATEGI DINAS PARIWISATA DALAM PELESTARIAN BUDAYA REYOG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATA DI KABUPATEN PONOROGO
Penulis MULIAWATI, AMILIASkripsi
2018
1169/UB/FISIP-AP/18
Ind
STRATEGI DINAS PARIWISATA DALAM PELESTARIAN BUDAYA REYOG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATA DI KABUPATEN PONOROGO
#14031044Pengarang: MULIAWATI, AMILIA
Pembimbing Pertama: Ismail. S.sos, M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP Kom
Tahun Terbit: 2018
Bahasa: Ind
Kode: 1169/UB/FISIP-AP/18
No. Klasifikasi: 394.5 Mul s
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2018
Status
Tersedia
Kode
1169/UB/FISIP-AP/18
Deskripsi Fisik
xviii, 146 hal; 30 cm
Subyek
PELESTARIAN BUDAYA REYOG
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Potensi pariwisata reyog ponorogo melalui pagelaran seni pertunjukkan tari ini membuat kesenian reyog menjadi ciri khas Kabupaten Ponorogo. Kesenian reyog pernah diklaim Pemerintah Malaysia sebagai kesenian yang berasal dari Malaysia. Selain itu sebagai kota asal seni budaya reyog ternyata tidak setiap hari kita bisa menjumpai pagelaran seni tradisional ini. Oleh karena itu, peneliti ingin mendeskripsikan bagaimana strategi Dinas Pariwisata dalam pelestarian budaya reyog sebagai upaya peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa strategi Dinas Pariwisata dalam pelestarian budaya reyog sudah baik dengan banyak berdirinya grup-grup reyog di desa maupun di kecamatan, adanya program kegiatan pelestarian reyog, duta kesenian keluar daerah maupun keluar negeri, bantuan sarana dan prasarana reyog, dan kelembagaan di tingkat regional, nasional dan mancanegara. Namun pelestarian reyog sebagai upaya peningkatan kunjungan masih kurang karena kegiatan pelestarian melalui pentas reyog diselenggarakan setiap malam bulan purnama, di obyek wisata Telaga Ngebel dua bulan sekali dan penyelenggaraan festival dilakukan satu tahun sekali. Faktor yang menghambat yaitu anggaran sedangkan faktor yang menunjang yakni adanya dukungan grup-grup reyog untuk ikut serta dalam program Dinas Pariwisata. Solusi Dinas Pariwisata dalam mengatasi hambatan pelestarian adalah dengan menggali masalah yang berhubungan dengan pelestarian reyog serta melibatkan berbagai pihak seperti seniman, yayasan maupun akademisi dan masih perlu adanya peningkatan pada obyek daya tarik wisata dengan menambahkan agenda pertunjukan kesenian reyog.