Skripsi

PERAN MANGROVE INFORMATION CENTER DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI TAMAN WISATA DI KOTA SURABAYA

Penulis YOLANDA, PUTRI STACHIA
Jenis

Skripsi

Tahun

2018

Kode

1101/UB/FISIP-AP/18

Bahasa

Ind

Skripsi Tersedia
Unduh Laporan

PERAN MANGROVE INFORMATION CENTER DALAM PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI TAMAN WISATA DI KOTA SURABAYA

#14031021

Pengarang: YOLANDA, PUTRI STACHIA

Pembimbing Pertama: Drs. Ali Fahmi.M.Si

Jenis: Skripsi

Penerbit: UBHARA - FISIP AP

Tahun Terbit: 2018

Bahasa: Ind

Kode: 1101/UB/FISIP-AP/18

No. Klasifikasi: 659.2 Put p

Jenis Karya: S1


Jenis

Skripsi

Tahun

2018

Status

Tersedia

Kode

1101/UB/FISIP-AP/18

Deskripsi Fisik

xviii + 113 hal; 30 cm

Subyek

DINAS PARIWISATA - HUTAN MANGROVE

Kata Kunci

Peran Pengelolaan Hutan Mangrove Taman Wisata

Anotasi

ABSTRAK Hutan mangrove merupakan obyek dan daya tarik wisata ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yakni berupa salah satu bagian dari keadaan alam, yang terdapat flora dan fauna didalamnya. Sedangkan, pembangunan obyek dan daya tarik wisata dilakukan dengan cara mengusahakan, mengelola dan membuat berbagai inovasi. Sehubungan dengan adanya pembangunan tersebut, maka juga akan mempengaruhi peningkatan kegiatan masyarakat yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kawasan mangrove di wilayah Kota Surabaya. Maka dalam hal ini, untuk menjaga kelestarian kawasan mangrove serta untuk melindungi ekosistem di pesisir pantai Kota Surabaya, diperlukan adanya pengelolaan yang baik. Oleh sebab itu, agar pengelolaan dapat terlaksana dengan baik, maka diperlukan adanya prosedur pelaksanaan pengawasan dan pengendalian kawasan mangrove. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang bagaimana peran Mangrove Information Center dalam pengelolaan hutan mangrove sebagai taman wisata di Kota Surabaya. Fokus penelitian ini berdasarkan indikator pengelolaan dalam Peraturan Walikota Surabaya No. 65 Tahun 2011 tentang Prosedur Pengawasan dan Pengendalian Kawasan Mangrove Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yang mana Peneliti akan meneliti objek kajiannya dan mengadakan interaksi langsung dengan informan melalui kegiatan wawancara. Selain itu, Peneliti juga melakukan kegiatan observasi dilapangan guna mengamati keadaan objek yang diteliti, dan juga membuat dokumentasi agar dapat menambah keabsahan dari data yang telah diperoleh oleh Peneliti saat melakukan penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pengelolaan hutan mangrove sebagai taman wisata yang dilakukan oleh Mangrove Information Center Kota Surabaya sudah berjalan dengan cukup baik. Tapi, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah bagi masyarakat umum, karena peneliti masih menemukan/menjumpai beberapa orang yang masih belum mengetahui tentang hutan mangrove dan bagaimana cara melestarikannya.

Di-entri: 07 February 2019 04:54