ANALISIS SEMIOTIK FILM UPSTREAM 2024 DALAM MENGONSTRUKSI REALITAS PROFESI KURIR DI ERA GIG ECONOMY
Penulis AUDRIC,PRAMESVARI TEENASkripsi
2026
177/UB/FISIP-KOM/26
Ind
ANALISIS SEMIOTIK FILM UPSTREAM 2024 DALAM MENGONSTRUKSI REALITAS PROFESI KURIR DI ERA GIG ECONOMY
#2213221004/FISIP-KOMPengarang: AUDRIC,PRAMESVARI TEENA
Pembimbing Pertama: Dr. Muhammad Fadeli, S.Sos.M.Si.
Pembimbing Kedua: Dra. Ratna Setyarahajoe, M.Si.
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA : FISIP - Kom
Tahun Terbit: 2026
Bahasa: Ind
Kode: 177/UB/FISIP-KOM/26
No. Klasifikasi: 302.2 AUD,a
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2026
Status
Tersedia
Kode
177/UB/FISIP-KOM/26
Deskripsi Fisik
xvii + 100 hlm,30cm
Subyek
Perkembangan gig economy
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Perkembangan gig economy telah mengubah pola kerja, termasuk profesi kurir yang bergantung pada platform digital. Film Upstream (2024) merepresentasikan realitas ini melalui narasi dan visual tentang kehidupan pekerja kurir di tengah tuntutan ekonomi modern. Penelitian ini menganalisis bagaimana film tersebut mengonstruksi realitas profesi kurir di era gig economy dengan menggunakan teori konstruksi realitas sosial Berger dan Luckmann. Pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan dengan metode analisis semiotika Roland Barthes, mencakup makna denotatif, konotatif, mitos, serta proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Data diperoleh dari adegan, dialog dan elemen visual yang merepresentasikan aktivitas kurir. Hasil penelitian menunjukkan film Upstream mengonstruksi profesi kurir sebagai pekerjaan dengan fleksibilitas semu, ketidakpastian pendapatan, tekanan waktu, relasi kerja tidak seimbang, serta nilai ketangguhan, tanggung jawab dan solidaritas. Pada tingkat denotasi, film menampilkan rutinitas kerja realistis, konotasi mengungkap ketimpangan kekuasaan dan solidaritas, mitos membangun ideologi pengorbanan, fleksibilitas dan teknologi. Melalui eksternalisasi (pengalaman individual), objektivasi (legitimasi norma) dan internalisasi (penerimaan identitas), film membentuk identitas kurir sebagai pekerja gig economy yang tangguh namun rentan risiko sistemik. Kesimpulannya, film Upstream merefleksikan realitas sosial pekerja kurir dalam gig economy, sekaligus membentuk makna dan pemahaman penonton tentang dinamika, tantangan, dan ideologi kerja digital, melalui konstruksi sosial via tanda-tanda semiotik. Kata Kunci: Analisis semiotik, Film, Profesi Kurir, Gig Economy, Realitas Sosial
Catatan
Wisuda 2026