PENGARUH INFLASI, STRUKTUR MODAL, DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP REAKSI PASAR SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA
Penulis FADWANISAH, INDAH ASRISkripsi
2017
2888/UB/FE-Ak/17
Ind
PENGARUH INFLASI, STRUKTUR MODAL, DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP REAKSI PASAR SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA
#13023170Pengarang: FADWANISAH, INDAH ASRI
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA FE-Akuntansi
Tahun Terbit: 2017
Bahasa: Ind
Kode: 2888/UB/FE-Ak/17
No. Klasifikasi: 657.48 Fad p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2017
Status
Tersedia
Kode
2888/UB/FE-Ak/17
Deskripsi Fisik
xii, 68 hal; 30 cm
Subyek
AKUNTANSI INFLASI - REAKSI PASAR SAHAM
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK PENGARUH INFLASI, STRUKTUR MODAL, DAN KEBIJAKAN DEVIDEN TERHADAP REAKSI PASAR SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA By Indah Asri Fadwanisah Skripsi ini menggunakan metode kuantitatif Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh inflasi, Struktur modal, dan kebijakan deviden terhadap reaksi pasar saham. Variable independen inflasi diukur dengan tingkat inflasi pertahun, struktur modal diukur dengan Debt to Equity Ratio (DER), dan kebijakan deviden diukur dengan Devidend payout Ratio (DPR). Sedangkan variable dependen reaksi pasar saham diproyeksikan dengan retur saham. Populasi dalam pene;itian adalah perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pertambangan, logam dan energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2011-2015. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sensus dari populasi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini terpilih 5 sampel yang memenuhi kriteria penelitian. Metode analisi data menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian koefisiensi regresi secara simultan diperoleh nilai f hitung sebesar 4.108 atau lebih besar dari f tabel sebesar 3.07, maka variabel bebas yang terdiri dari inflasi(X1), struktur modal (X2), dan kebijakan deviden (X3) memiliki pengaruh secara bersama-sama terhadap reaksi pasar saham. Pada pengujian koefisiensi regresi secara parsial diperoleh t hitung inflasi sebesar 2.179 dan kebijakan deviden 2.437 lebih besar dari f tabel 2.0796, artinya variabel bebas X1 dan X3 berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat. Kebijakan deviden merupakan faktor paling dominan dari hasil Koefisiensi Beta Standardized memiliki Beta paling tinggi sebesar 0.464 diantara variabel yang lainnya.