PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk.
Penulis ASTUTI. NINGRUM BUDISkripsi
2016
4670/UB/FE-MA/16
Ind
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk.
#12021081Pengarang: ASTUTI. NINGRUM BUDI
Pembimbing Pertama: Drs. Ec. Nurul Qomari, SE., M.Si.
Pembimbing Kedua: Drs. Ec. Nurul Qomari, SE., M.Si
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA FE-Manajemen
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Ind
Kode: 4670/UB/FE-MA/16
No. Klasifikasi: 657.458 Ast p
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2016
Status
Tersedia
Kode
4670/UB/FE-MA/16
Deskripsi Fisik
viii, 89 hal; 30 cm
Subyek
KINERJA KEUANGAN - INTELLECTUAL CAPITAL
Kata Kunci
Anotasi
Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya perusahaan hanya fokus mengenai perhitungan perihal aset berwujud saja, maka dengan adanya begitu perlu diperhatikan pula peran aset tidak berwujud, salah satunya Intellectual Capital pada kinerja keuangan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Dalam indikatornya, Intellectual Capital lebih fokus pada pendayagunaan sumber daya manusia perusahaan sehingga mampu melihat kompetensi objek penelitian peneliti yang menjadi salah satu perusahaan berkredibilitas di Indonesia. Pada dasarnya, perhitungan Intellectual Capital mengenai pendapatan dan pengeluaran perusahaan berkaitan pula dengan sahamnya, perlu digarisbawahi bahwa untuk biaya karyawan masuk pada rumus tersendiri. Hasil penelitian ini, yang memiliki tiga variabel bebas Human Capital, Structural Capital dan Costumer Capital berkaitan dengan variabel terikatnya Return On Equity, menunjukkan bahwa tidak semuanya memiliki pengaruh yang signifikan. Tertera melalui perhitungan statistik bahwa Costumer Capital memiliki pengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Sehingga, pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk terlihat bahwa modal pelanggan memiliki andil besar terhadap perputaran saham. Maka, untuk pelajaran yang diambil dari penelitian ini bagi PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk terus mempertahankan pengaruh signifikan dari Costumer Capital tehadap Return On Assets dengan saling menyokong tingkat saham. Serta untuk Human Capital dan Structural Capital tetap menjadi perhitungan bagi keberlanjutan pencatatan laporan kinerja keuangan yang baik tiap periodenya.