Perencanaan Jaringan Irigasi Di Daerah Irigasi Jatikulon Kabupaten Mojokerto
Penulis Fathoni, IsamTA
2016
494/UB/FT-Sip/16
Ind
Perencanaan Jaringan Irigasi Di Daerah Irigasi Jatikulon Kabupaten Mojokerto
#12042026Pengarang: Fathoni, Isam
Pembimbing Pertama: Ir. Priatno Utomo, MM.
Jenis: TA
Penerbit: Surabaya : UBHARA - FT Sipil
Tahun Terbit: 2016
Bahasa: Ind
Kode: 494/UB/FT-Sip/16
No. Klasifikasi: 627.52 Fat p
Jenis Karya: S1
Jenis
TA
Tahun
2016
Status
Tersedia
Kode
494/UB/FT-Sip/16
Deskripsi Fisik
xx, 115 hal; 30 cm
Subyek
IRIGRASI
Kata Kunci
Anotasi
Peningkatan produktifitas hasil pertanian sangat dipengaruhi oleh baik tidaknya penerapan sistem jaringan irigasi. Sehingga dalam hal ini analisa debit yang ada dengan debit yang akan dibutuhkan untuk pertanian sangat diperlukan. Selain jumlah debit, perencanaan bangunan pendukung dalam hal ini adalah saluran pembawa menjadi sesuatu yang tidak dapat dipisahkan. Untuk mendapatkan perencanaan sistem jaringan irigasi yang baik diperlukan beberapa metode atau rumus-rumus empiris dalam melakukan perhitungannya. Hal ini dimaksudkan agar dapat memberikan penyelesaian masalah dengan tepat dan mudah. Agar hasil yang didapat dalam perencanaan ini bisa maksimum, diperlukan langkah-langkah penyelesaian masalah yang tepat supaya hasil yang didapat dari analisa data yang ada dapat sesuai dengan yang diharapkan. Dari hasil pembahasan diketahui bahwa untuk analisa pola tata tanam, kebutuhan air irigasi terbesar terdapat pada Alternatif A dan C sebesar 0,0014 m³/dt/ha, sedangkan untuk Alternatif C kebutuhan air irigasinya relatif lebih kecil yaitu sebesar 0,0013 m³/dt/ha. Selain itu juga diketahui bahwa dimensi saluran pembawa sekunder tidak dapat menampung jumlah debit yang ada mulai dari masa 1,11, 2, 5, 10, 25, dan 50 tahunan. Sedangkan untuk saluran pembawa tersier pada beberapa titik petak tersier juga tidak mampu memenuhi kebutuhan air irigasi yang ada, sehingga diperlukan perencanaan ulang. Pada saluran pembawa sekunder maupun tersier diperlukan perencanaan ulang dimensinya, selain itu pada beberapa titik saluran diperlukan juga normalisasi. Hal ini bertujuan agar kapasitas debit yang ada bisa ditampung oleh saluran tersebut. Kata kunci : curah hujan rencana, debit banjir rencana, kebutuhan air irigasi, saluran pembawa