ANALISIS WACANA KRITIS KONTEN YOUTUBE MALAKA PROJECT "GENERALIS VS SPESIALIS, SIAPA YANG MENANG DI DUNAI KERJA
Penulis NUGRAHA, LUKMAN PRASETYASkripsi
2026
1176/UB/FISIP-KOM/26
Ind
ANALISIS WACANA KRITIS KONTEN YOUTUBE MALAKA PROJECT "GENERALIS VS SPESIALIS, SIAPA YANG MENANG DI DUNAI KERJA
#2213211050/FISIP-KOMPengarang: NUGRAHA, LUKMAN PRASETYA
Pembimbing Pertama: Dr. Muhammad Fadeli S.Sos.M.Si.,
Pembimbing Kedua: Dra. Ratna Setyarahajoe M.Si.,
Jenis: Skripsi
Penerbit: UBHARA - FISIP-KOM
Tahun Terbit: 2026
Bahasa: Ind
Kode: 1176/UB/FISIP-KOM/26
No. Klasifikasi: 659.2 NUG,A
Jenis Karya: S1
Jenis
Skripsi
Tahun
2026
Status
Tersedia
Kode
1176/UB/FISIP-KOM/26
Deskripsi Fisik
xv+ 97 hlm, 21x30 cm
Subyek
YOUTUBE - Wacana Kritis
Kata Kunci
Anotasi
ABSTRAK Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis wacana kritis terhadap konten video yang diunggah di platform YouTube oleh kanal Malaka Project dengan judul "Generalis vs Spesialis: Siapa yang Menang di Dunia Kerja?". Studi ini dilakukan sebagai respon terhadap fenomena perubahan yang sangat dinamis pada pasar kerja, khususnya dalam konteks kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang berdampak pada kebutuhan dan pola kerja di masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. van Dijk, yang menitikberatkan pada pemeriksaan mendalam terhadap struktur teks, termasuk tingkat makro dan mikro struktur, selain itu juga memperhatikan aspek kognisi sosial dan konteks sosial dalam penyampaian pesan wacana. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam konten video tersebut terdapat konstruksi narasi yang mengedepankan posisi pro- generalis sebagai alternatif solusi untuk menghadapi tantangan pasar kerja yang terus berubah, khususnya di Indonesia. Penggunaan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh khalayak menjadi salah satu strategi dalam penyampaian materi, sehingga struktur wacana yang tersusun secara sistematis dan terorganisir mampu memengaruhi persepsi serta sikap penonton terhadap tema yang dibahas. Dari keseluruhan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konten ini tidak sekadar berfungsi sebagai media penyampaian informasi, melainkan juga berperan dalam membentuk suatu ideologi tentang pentingnya adaptabilitas dalam menghadapi perubahan zaman, dengan cara mengkritisi paradigma lama yang terlalu menekankan gelar pendidikan formal dan kurang memberi ruang pada pengembangan keterampilan praktis serta fleksibilitas dalam dunia kerja. Dengan demikian, video Malaka Project ini turut berkontribusi dalam memahami bagaimana media digital mampu menjadi instrumen edukasi sekaligus agen pembentuk wacana sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat masa kini. Kata kunci: analisis wacana kritis, YouTube, generalis, spesialis, pasar kerja, adaptabilitas.
Catatan
Wisuda 2026